Wafaa Kembangkan Microfinance Online

Microfinance Online
Lembaga nirlaba Wafaa akan mengembangkan online microfinance. Online microfinance tersebut pun diklaim sebagai yang pertama di dunia dengan penyalurannya sesuai dengan prinsip syariah. Dengan online tersebut masyarakat pun dapat berpartisipasi. Dana pun dapat terhimpun dari seluruh dunia.

Direktur Eksekutif Wafaa Indonesia, Izzudin Abdul Manaf, mengatakan banyak proyek Wafaa yang telah dikerjakan di Indonesia. Dengan penghimpunan dana online tersebut nantinya dana yang terkumpul akan dijadikan modal, diantaranya untuk pengembangan usaha mikro. Ia menuturkan terdapat sejumlah pilot project di setiap daerah di Indonesia melalui Wafaa, di antaranya di Bandung dan Garut.

Dalam penyaluran dana tersebut Wafaa pun bekerja sama dengan Mozaik micro finance di Jawa Barat. “Dana itu juga nantinya untuk capacity building dan juga pemberian beasiswa bagi masyarakat di daerah konflik. Palestina juga menjadi salah satu sasaran kita,” kata Izzudin di Jakarta, Kamis (15/7).

Sebelumnya, ujar Izzudin, Wafaa telah menandatangani nota kesepahaman dengan Mozaik untuk pengembangan usaha mikro. Dalam MoU tersebut dana yang dapat disalurkan mencapai Rp 500 juta. Namun untuk penyalurannya akan dilakukan bertahap sesuai dengan perkembangan Mozaik.

Ke depannya, lanjut dia, pihaknya juga memiliki rencana bekerja sama dengan Islamic Development Bank. Dengan Wafaa dan IDB yang memiliki misi sama untuk mengurangi angka kemiskinan, papar Izzudin, maka setidaknya membuka kemungkinan untuk menjalin kerja sama.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Wafaa Indonesia, Budianto, mengatakan Wafaa memiliki fokus membantu korban bencana alam dan penjajahan. “Kita mengambil peran ini dengan memberi bantuan pinjaman dan mulai merintis lembaga pemberdayaan,” kata Budianto.

Di sisi pengembangan SDM misalnya, jelas Budianto, jika suatu wilayah kekurangan dokter atau jenis profesi tertentu, pihaknya akan memberikan beasiswa terkait dengan profesi yang diperlukan. “Wafaa sendiri memilik sembilan negara sasaran, yaitu Indonesia, Bangladesh, India, Libanon, Palestina, Sudan, Mesir, Brazil dan Chili.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...