UU Sukuk Korsel Terjegal Sentimen Agama

Sukuk KorselPartai penguasa di Korea Selatan menjegal rencana pemerintah untuk mengeluarkan Undang-Undang sukuk. Hal ini terkait sentimen negatif dari sejumlah anggota parlemen dan kelompok Kristen. “Kami ingin pengertian dari kelompok Kristen untuk menyelesaikan ini. Namun, kami rasa hal ini sepertinya tak mungkin dilanjutkan,” kata pemimpin partai berkuasa, Partai Nasional Raya, Kim Moo-Sung seperti dikutip Reuters, Selasa (1/3).

Departemen Keuangan berencana menawarkan sukuk sejak 2010 lalu. Namun, upaya ini kerap gagal karena terganjal aturan pajak. Rencananya, lewat UU sukuk pemerintah Korea Selatan ingin menghapuskan pajak pada penerbitan sukuk, seperti yang berlaku pada obligasi konvensional. Tapi hal ini tak kunjung dapat direalisasikan.

Kelompok Kristen dan sejumlah anggota parlemen mengkritik langkah pemerintah. Mereka menuduh, pemerintah memberi perlakuan khusus pada agama tertentu. Mereka menuding, keterlibatan Dewan Pengawas Syariah juga bisa berakibat fatal bagi ideologi ekonomi negara itu.

Kelompok ini bahkan berencana menggalang aksi dilarang memilih (no-vote) bagi seluruh anggota parlemen. Padahal, menurut juru bicara pemerintah dalam harian setempat, penerbitan sukuk sangat berarti untuk mencari alternatif pembiayaan baru.

Dengan sukuk, Pemerintah Korea Selatan mengharapkan mendapatkan suntikan dana dari negara mayoritas Muslim, seperti Timur Tengah. “Hal ini juga sudah dilakukan sejumlah negara, baik Inggris, Prancis, maupun Singapura,” ujar juru bicara pemerintah.

Keuangan syariah mengharamkan pembiayaan dengan imbalan bunga. Sehingga pembiayaan melalui sukuk biasanya melibatkan penjualan, pembelian atau sewa aktiva khusus. Sekitar seperlima dari 50 juta penduduK Korea Selatan merupakan Nasrani, sementara 23 persen beragama Budha. Tetapi, sebagian besar mengaku tidak memiliki agama.

Perpolitikan di Korea Selatan beberapa waktu terakhir cenderung memanas. Hal ini dikarenakan pemilihan umum yang semakin dekat. Sementara itu, sebelumnya sejumlah negara juga mengeluarkan sukuk. Selain negara berpenduduk mayoritas Muslim, obligasi syariah ini juga diterbitkan negara dengan minoritas Muslim.

Dari Timur Tengah, Asia Barat dan Asia Tenggara, sejumlah negara seperti Yaman, Pakistan dan Malaysia berencana menerbitkan sukuk semester pertama 2011. Selain mencari investor, sejumlah negara menerbitkan sukuk dengan sejumlah alasan, seperti untuk mengatasi defisit kas negara.

Dari Eropa, sukuk diterbitkan di Prancis, Januari lalu. Beberapa waktu ke depan, sejumlah negara seperti Luxemburg juga bakal mengeluarkan sukuk. Sukuk juga diterbitkan di sejumlah negara Afrika seperti Senegal dan Nigeria. Sentimen anti keuangan Islam kerap terjadi di sejumlah negara, terutama negara Barat. Keuangan Islam bahkan dituding terkait gerakan teror.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...