Unit Asuransi Syariah Kesulitan Modal

Asuransi SyariahAsosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) memperkirakan ada sekitar 10 persen unit asuransi syariah yang masih kesulitan untuk memenuhi syarat kecukupan modal kerja.

Sebagaimana termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, modal kerja minimum yang harus disetorkan unit syariah dari perusahaan asuransi syariah adalah Rp 25 miliar, sedangkan untuk unit syariah dari perusahaan reasuransi adalah Rp 50 miliar.

Wakil Ketua Umum AASI, Yudha Pratama, menyatakan 10 persen dari 40 unit asuransi syariah yang ada masih mengalami kendala untuk mengejar tenggat waktu penyetoran modal kerja tersebut. “Ada empat atau lima yang menurut pengamatan pasar masih terhambat,” ujarnya kepada Republika, di Jakarta, Senin (22/11).

Yudha enggan menyebutkan unit asuransi syariah yang dimaksud dengan alasan belum ada pernyataan resmi dari perusahaan induknya. Menurutnya, keputusan untuk menutup atau melanjutkan bisnis unit asuransi syariah berada pada perusahaan induk masing-masing.

Hanya saja, berdasarkan pengamatan pasar yang dilakukan AASI, empat atau lima unit asuransi syariah tersebut masih mengalami kesulitan modal kerja. “Karena sepertinya mereka lebih memprioritaskan bisnis asuransi konvensionalnya,” imbuh Yudha.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...