Target Tutup Tahun Bank Mega Syariah (BMS)

Bank Mega SyariahBank Mega Syariah (BMS) berupaya mengejar target akhir tahun ini. Per Oktober aset BMS tercatat Rp 4,4 triliun, dari target Rp 4,9 triliun.

Direktur Utama BMS, Beny Witjaksono, mengatakan pada sisa 2010 ini pihaknya akan menggenjot pembiayaan mikro dan mengupayakan percepatan realisasi pembiayaan yang belum dicairkan nasabah (undisbursed loan).

“Dalam satu bulan ini, kita harus kejar dan optimistis mencapai target, dengan salah satu upayanya mencoba mempersiapkan beberapa nasabah yang komitmen booking untuk segera realisasi pembiayaan yang sudah disetujui bank,” kata Beny, belum lama ini. Total undisbursed loan di BMS sebesar Rp 150 miliar yang tersebar di seluruh sektor pembiayaan.

Beny menambahkan, saat ini pembiayaan mikro tetap menjadi andalan BMS melalui Mega Mitra Syariah, dengan pembiayaan mencapai Rp 2,5 triliun, atau 75 persen dari total pembiayaan per Oktober Rp 3,3 triliun. Hingga Juni 2010, jelasnya, BMS telah membuka 100 outlet baru Mega Mitra Syariah dan berencana menambah 100 outlet lagi di tahun depan untuk memperluas layanan.

Beny mengungkapkan, pada 2011 BMS membidik pertumbuhan minimal 20 persen dengan pembiayaan mikro tetap menjadi andalan BMS di tahun depan. Nasabah Mega Mitra Syariah sekarang telah mencapai 56 ribu orang dengan fokus di perdagangan. Plafon mikro BMS antara Rp 10 juta-Rp 500 juta.

Di sisi penghimpunan dana, Beny memaparkan kini porsi dana mahal mendominasi dengan 83 persen dari total dana pihak ketiga Rp 3,8 triliun. “Deposito sekarang masih dominan, tapi mudah-mudahan di akhir tahun ini porsinya bisa diturunkan menjadi 80 persen deposito dan 20 persen CASA (dana murah),” ujar Beny.

Untuk menekan porsi dana mahal, jelas Beny, pihaknya tengah menyiapkan grand design promosi dan memperlengkap fitur layanan, seperti electronic banking. Sedangkan untuk layanan gadai saat ini BMS memiliki 12 outlet di Jakarta, Malang, Solo, dan Bandung. “Kita sudah persiapkan 60 outlet dan tinggal buka saja, tapi kita sedang perbaiki sistemnya dan merekrut orang. Insya Allah sisanya kita lakukan pada 2011,” ujar Beny.

Pembiayaan gadai BMS saat ini sebesar Rp 37 miliar. Di sisi produk, lanjutnya, BMS pun masih menunggu DSN mengenai fatwa produk murabahah emas.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...