Sukuk dengan Underlying Aset Bandara Bantu Pasar Sukuk Global

Sukuk"Sukuk yang returnnya berasal dari arus kas bandara diperkirakan akan cukup membantu pasar sukuk di masa mendatang daripada return sukuk yang berbasis properti. Pasca jatuhnya harga real estate di kawasan teluk sukuk dengan underlying aset properti agak mengguncang kepercayaan investor.

Sebelumnya telah terdapat beberapa perusahaan yang menggunakan bandara maupun pesawat sebagai underlying aset. Perusahaan Jepang, Nomura Holdings menjual sukuk di Malaysia dengan menggunakan pesawat sebagai underlying aset. Sukuk Pakistan yang memperoleh dana 605 juta dolar AS pada November lalu pun terhubung dengan Terminal Jinnah di bandara internasional Quaid-e-Azam.

“Dengan sukuk baru yang bermunculan setelah restrukturisasi utang di Teluk, investor ingin mengetahui kualitas bisnis dan jenis pendapatan arus kas dari bisnis itu,” kata staf HwangDBS Investment Management Bhd, Esther Teo, dikutip laman Bloomberg, Sabtu (4/12). Ia menambahkan aset yang terhubung dengan sukuk menjadi penting setelah default yang terjadi di Timur Tengah.

Sementara, staf NBP Fullerton Asset Management Ltd, Sajjad Anwar, mengatakan investor menginginkan penerbit sukuk memenuhi kewajibannya dari pendapatan yang dihasilkan dari bisnisnya dibanding dari penjualan aset. “Dulu jaminan berdasar real estate atau sebidang tanah populer, tapi itu tampaknya bukan solusi jangka panjang,” kata Anwar.

Dalam beberapa waktu ke depan terdapat sejumlah perusahaan yang berencana menerbitkan sukuk. Seperti Saudi Arabian Oil Co dan Total SA yang berencana menjual sukuk senilai 1 miliar dolar AS tahun ini. Selain itu, pengembang Dubai, Nakheel PJSC akan menerbitkan sukuk pada kuartal pertama 2011.

Penyedia layanan kesehatan di Malaysia, KPJ Healthcare pun berencana menerbitkan sukuk 159 juta dolar AS untuk kebutuhan pembayaran utang yang jatuh tempo dan mendanai pengeluarannya. Sementara Malaysia Airports Capital Bhd berancang-ancang menerbitkan sukuk 1 miliar ringgit dengan yield antara 4,6 persen sampai 4,8 persen. Tahun depan sukuk perdana Otoritas Moneter Palestina juga akan mewarnai pasar sukuk global. Gubernur bank sentral Palestina, Jihad al-Wazir, mengatakan pihaknya berencana menjual sukuk hingga 50 juta dolar AS.

Harga real estate di Dubai yang turun 50 persen berkontribusi terhadap anjloknya penjualan sukuk global sebesar 31 persen tahun ini. Penjualan sukuk tahun ini turun menjadi 13,7 miliar dolar AS. Penawaran sukuk dari Dewan Kerja Sama Teluk, seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab turun 40 persen menjadi 4 miliar dolar AS pada tahun ini dibanding periode sama tahun lalu.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...