STIAMI dan Bank Sinarmas Syariah Bekerjasama Kembangkan SDI

ekonomi islamKebutuhan Perbankan Syariah akan Sumber Daya Insani (SDI)menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini. Dari hasil survey yang dilakukan oleh berbagai intansi, memperkirakan hingga 2014 perbankan syariah membutuhkan kurang lebih 9000 tenaga kerja.

Namun disisi lain kebutuhan akan SDI tersebut juga harus diimbangi dengan kualitas yang diharapkan oleh perbankan syariah. Artinya kebutuhan secara kuantitas dan kualitas dari SDI menjadi sesuatu yang penting bagi pengembangan perbankan syariah.

Menyikapi hal tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) melakukan link and match terhadap industri keuangan syariah. Diawali dengan kunjungan ke Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas di kantor UUS Bank Sinarmas di Jakarta, Selasa (1/11).

Selain kunjungan, 2 institusi tersebut juga menjalin kerjasama dalam hal penyediaan SDI dan juga pembukaan mini bank Sinarmas Syariah di kampus STIAMI.

Direktur STIAMI , Roike Tambengi mengungkapkan kegiatan kunjungan yang dilakukan STIAMI bertujuan untuk melihat lebih dekat bagaimana sebuah business process institusi perbankan syariah berjalan. Sehingga dapat menjadi sumber bahan ajar aktual bagi dosen dan mahasiswa Bisnis Syariah. “Kegiatan ini tentunya bermanfaat. Dan kami akan selalu mendukung,” ujarnya.

Sementara itu Branch Manager Sinarmas Syariah, Ivan Septian mengungkapkan kerjasama dengan civitas akademik yang dilakukan Bank Sinarmas Syariah adalah salah satu strategi dalam memenuhi kebutuhan SDI. Selain menjaring SDI, bank Sinarmas Syariah juga dapat melakukan sosialisasi dan edukasi tentang perbankan syariah kepada para mahasiswa.

“Dengan kegiatan kunjungan ini maka ada interaksi antara praktisi dengan akademisi. Dan kami membuka kesempatan yang luas bagi para mahasiswa pada nantinya bergabung dengan Sinarmas Syariah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga hadir sebagai narasumber pengkaji dari Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), Agus Yuliawan. Agus mengungkapkan setidaknya terdapat 3 hal penting yang harus menjadi perhatian dalam pemenuhan SDI bagi Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Pertama relasi antara Perguruan Tinggi dan praktisi harus terbentuk, dengan demikian kebutuhan SDM di keuangan syariah sangat jelas. Kedua dilakukannya Riset tentang kebutuhan SDM bagi LKS di perguruan tinggi harus aktif dilakukan, untuk mengetahui tentang position, defference dan brand (PDB) bagi perguruan tinggi dalam menyediakan SDM. Terakhir adalah ketegasan pemerintah dalam mensikapi kebijakan kurikulum ekonomi syariah.

“Ternyata munculnya perguruan tinggi yang konsen pada ekonomi syariah, SDI-nya tidak langsung bisa diserap oleh industri keuangan syariah. Oleh karena itu harus ada sinergi antara perguruan tinggi dengan industri,” tutupnya.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...