Sri Lanka Bidik Kebutuhan Muslim Akan Produk Halal

halalSrilanka sebagai negara bagian Asia Selatan menyatakan komitmen mereka untuk menjadi pusat bagi para turis khususnya Timur Tengah mencari kebutuhan akan produk halal tidak hanya produk makanan tetapi juga produk lain seperti perbankan. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Senior Menteri Urusan Perkotaan Sri Lanka dalam Pembukaan Pameran Halal Expo 2011 yang diselenggarakan di Sri Lanka.

“Sri Lanka memiliki potensi untuk menjadi pusat hubungan untuk Asia Selatan di bidang ini, dimana negara-negara seperti Thailand, Hong Kong dan Australia sekarang juga telah menarik wisatawan Arab dalam segmen bisnis yang signifikan diantaranya menawarkan produk halal baik makanan , keuangan maupun pendidikan. Begitu juga Sri Lanka harus mengambil isyarat dari negara-negara tersebut,” tegas A.H.M Senior Minister for Urban Affairs Sri Lanka dalam pembukaan Halal Expo 2011 di Kolombo yang diikuti oleh seluruh industri Halal dan perusahaan dan individu dari sektor seperti makanan dan minuman, Perbankan Syariah dan keuangan, perjalanan dan pariwisata, pendidikan dan gaya hidup seperti diinformasikan dalam laman Business Time,pekan lalu.

Menanggapi potensi produk halal, Fazal Bahardeen selaku CEO Crestentrating Ltd sebuah perusahaan pemimpin pasar global makanan halal ramah-untuk industry travelling mengungkapkan bahwa pertumbuhan populasi muslim dunia akan dua kali lipat dalam 20 sampai 30 tahun ke depan dengan pertumbuhan diperkirakan 26,4% dari populasi dunia.

“Pasar Islam saat ini sedang menjadi prioritas yang serius dengan populasi muslim dunia yang diperkirakan akan naik dua kali lipat 20 sampai 30 tahun ke depan,” ungkap Bahardeen dalam laman yang sama.

Selain itu industri halal dalam 12 bulan terakhir, tambah Bahardeen telah menjadikan produk Ramah Halal menghasilkan multi-miliar dolar dari industri terutama segmen pasar Timur Tengah yang memberikan kontribusi terbesar dari produk ini.

“Jika wisatawan kaya membelanjakan US $ 1.000 per hari, para pelancong Timur Tengah akan menghabiskan AS $ 1.500 atau lebih,” jelas Bahardeen.

Negara-negara dan perusahaan besar di seluruh dunia telah menunjukkan minat yang besar dalam memfokuskan perhatian mereka ke pasar Islam. Industri di dunia telah mengatur bisnis mereka untuk menyelaraskan dengan gaya hidup Muslim di semua daerah baik makanan, perbankan, pendidikan, perjalanan dan lain-lain,tambah Bahrdeen.

“The second Halal Conference and Exhibition, Halal Expo 2011 yang diselenggarakan di Kolombo ini diharapkan Sri Lanka bisa berkontribusi bagi segmen Halal yang telah mendunia, ” jelasnya kepada wartawan Business Time.

Sumber : IBnews Eramuslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...