Srategi Sumber Daya Manusia

Tenaga kerja manusia (human labour) adalah salah satu sumber daya terpenting yang dibutuhkan dalam kegiatan operasi dan produksi. Pada beberapa hal tenaga kerja manusia dapat melakukan pekerjaan tanpa adanya mesin. Untuk mendapatkan efisiensi pekerjaan perlu adanya sebuah strategi yaitu strategi sumber daya manusia.

Tujuan strategi sumber daya manusia adalah untuk mengelola tenaga kerja dan mendesain pekerjaan sehingga orang-orang dapat diberdayakan secara efektif dan efisien. Kendala strategi sumber daya manusia banyak keputusan yang dibuat mengenai orang atau sumber daya manusia dibatasi oeh keputusan lain yaitu: pertama, bauran produk dapat menentukan apakah tenaga kerja yang ada berupa tenaga kerja musiman atau tetap. Kedua, teknologi, peralatan, dan proses mungkin memiliki implikasi pada keamanan dan kandungan pekerjaan. Ketiga, keputusan lokasi mungkin memiliki dampak pada lingkungan kerja. Keempat, keputusan tata letak,seperti lini perakitan atau sel kerja akan mempengaruhi kandungan pekerjaan. Manajer yang efektif mempertimbangkan beberapa keputusan secara bersamaan.

Hasilnya adalah sistes yang efektif dan efisien dimana kinerja pribadi dan tim ditingkatkan melalui desain kerjayang optimum. Setelah mengetahui kendala yang menghalangi strategi sumber daya manusia terdapat tiga area keputusan strategi sumber daya manusia yaiyu: perencanaan tenaga kerja, desain kerja, dan standar tenaga kerja.
Perencanaan tenaga kerja meliputi:
§ Kebijakan kestabilan tenaga kerja
Kebijakan kestabilan tenaga kerja berkaitan dengan jumlah karyawan yang dipertahankan oleh sebuah organisasi pada suatu waktu tertentu. Ada dua kebijakan dasar berkaitan kestabilan yaitu:
1) Ikuti permintaan dengan cepat. Dengan cara ini menjaga biaya tenaga kerja langsung pada produksi tetapi akan menimbulkan biaya yang meliputi: biaya perekrutan dan pemberhentian karyawan, asuransi engangguran dan upah yang lebih tinggi untuk menarik karyawan agar dapat menerima pekerjaan yang tidak stabil.
2) Menjaga jumlah karyawan secara konstan. Ini berarti bahwa mempertahankan karyawan yang terlatih dan mejaga biaya perekrutan,pemberhentian dan pengangguran menjadi minimum.
§ Jadwal kerja
Terdapat variasi jadwal kerja yaitu: flextime (sebuah system yang memperbolehkan karyawan dengan batasan tertentu untuk menentukan jadwal kerja mereka sendiri) dan minggu kerja yang fleksibel (sebuah jadwal kerja yang berbeda dengan jadwal normal atau jadwal yang standar selama 8 jam per hari, seperti 10 jam per hari selama 4 hari per minggu) dan status paruh waktu (jika karyawan bekerja kurang ari jam kerja mingguan yang normal, yaitu kurang dari 32 jam perminggu).
Banyak organisasi memiliki penggolongan kerja dan peraturan kerja yang tegas yang menyatakan siapa yang dapat mengerjakan apa, kapan mereka dapat mengerjakannya, dan di dalam kondisi yang seperti apa mereka dpat mengerjakannya. Artikel selanjutnya akan membahas tentang desain kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...