Saatnya Bank Syariah Kelola Dana Haji

ekonomi islamPersoalan pengelolaan dana haji memang selalu menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Terlebih saat ini 78% dari keseluruhan dana haji terdapat pada intrumen syariah. Dari jumlah tersebut berapa yang ada pada bank syariah? Apa yang terjadi jika dana haji terdapat di bank syariah?

Dana haji yang terkumpul saat ini hampir 37,5 triliun. Dari dana tersebut, 78% terdapat di instrumen syariah, yaitu 18% pada bank syariah sisanya 60% terdapat pada sukuk. Sedangkan Pemerintah sendiri khususnya Kementerian Agama telah menunjuk 26 bank yang berhak menerima sekaligus mengelola dana haji. Dari 26 bank tersebut 7 adalah bank syariah sedangkan sisanya adalah bank konvensional.

Dengan data tersebut terlihat bahwa dana haji yang dikelola perbankan syariah masih sedikit dibandingkan yang lain. Namun, kini Kementerian Agama sedang berupaya menggiring dana haji ke perbankan syariah. Hal ini tentunya disambut baik oleh berbagai pihak dan sangat positif, karena memang seharusnya dana untuk ibadah dikelola secara syariah terlebih hal ini akan membuat bank syariah lebih berkembang.

“Arahnya akan seratus persen dana dikelola bank syariah. Apalagi jika DPR tentukan itu. Jadi hal ini harus kami ikuti,” ujar Direktur Pengelolaan Dana Haji Kementerian Agama, Ahmad Djuanaidi.

Sementara itu Ekonom dari Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Universitas Indonesia, Yusuf Wibisono mengungkapkan jika dana haji dikelola oleh perbankan syariah maka bukan sekedar bank syariah yang diuntungkan namun secara tidak langsung akan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Perbankan syariah memiliki fokus pembiayaan ke usaha mikro. Sehingga dengan adanya dana haji yang besar maka perbankan syariah akan lebih besar lagi melakukan pembiayaan ke sektor tersebut,” ujarnya.

Pembiayaan yang dilakukan perbankan syariah tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil dan secara makro akan memperbaiki distribusi pendapatan. Sehingga akan mengurangi adanya kesenjangan pendapatan dan kesejahteraan umat secara menyeluruh dapat dicapai. “Jadi jika dana haji di perbankan syariah positifnya luar biasa,” imbuhnya.

Konsorsium Perbankan Syariah

Ada beberapa opsi terkait pengelolaan dana haji yang bisa dilakukan kementerian agama. Yusuf mengungkapkan ada beberapa alternative agar pengelolaan dana haji bisa lebih optimal. Pertama adalah dengan skema Bank Dana Haji Indonesia (BDHI) sebagai perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lalu pengelolaan melalui Badan Layanan Umum sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Agama. Ketiga dengan dibentuknya Badan Hukum Publik wali amanat yang berbasis nirlaba.

Terakhir Yusuf mengungkapkan model yang paling mungkin yang bisa dilakukan saat ini adalah konsorsium perbankan syariah. “Konsorsium perbankan syariah adalah yang paling tepat untuk saat ini,”ujarnya.

Namun Yusuf menyarankan jika memang ingin dilakukannya konsorsium perbankan syariah maka tidak perlu banyak bank syariah yang terlibat. “Yah cukup lima bank saja,” ungkapnya.

Sangat mendukung akan hal itu, Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah, Rizqullah mengungkapkan banhwa adanya konsorsium perbankan syariah dalam mengelola dana haji memang sesuatu yang dirasa positif.

Terlebih jika konsorsium ini hanya melibatkan sedikit bank syariah. Hal ini dimaksudkan agar pengawasan lebih fokus dan terkontrol.

“Jangan banyak-banyak agar nantinya bisa terkontrol dengan baik,” tandasnya.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...