Rencana Malaysia Terbitkan Sukuk

MalaysiaPemerintah Malayasia akan segera menerbitkan sukuk senilai satu miliar ringgit pada Februari 2011 mendatang. Pembinaan BLT Sdn Bhd, anak perusahaan pemerintah Malaysia yang bergerak di sektor perumahan dan fasilitasi kepolisian, ditunjuk menjadi agen dalam penjualan sukuk tersebut.

“Tenor dan hasil yang ada belum ditentukan dan tahap berikutnya masih kita rencanakan,” ujar Direktur Keuangan Pembinaan BLT, Mohamad Salahudeen Sahul Hamid. Sejumlah bank seperti CIMB dan Maybank ditunjuk sebagai penasehat syariah untuk membicarakan hal ini dengan sejumlah perbankan syariah di negara itu.

Meski kemungkinan sukuk akan diterbitkan hingga dua miliar ringgit, Salahudeen belum berani berspekulasi. Ia mengaku akan menunggu kondisi pasar telebih dahulu untuk melakukan kebijakan tersebut. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah mendapat tambahan modal sebesar lima miliar dari sebuah perusahaan negara pengurus dana pensiun dengan cara menerbitkan sukuk guna melakukan sejumlah proyek.

Malaysia merupakan negara penerbit sukuk terbesar di dunia. Di 2010 lalu, sebuah perusahaan rating Malaysia mencatat adanya peningkatan rating sukuk di negara tersebut hingga AAA. Hal ini dilakukan sebagai dukungan penuh terhadap pemerintah yang ada untuk mengeluarkan obligasi syariaini.

Sukuk global sempat jatuh dari angka 14 miliar dollar ke angka 19,1 miliar dollar di tahun 2009 akibat permasalahan ekonomi di negara Uni Emirat Arab, Dubai. Untuk menghindari resiko, para investor banyak menanamkan modalnya melalui kebijakan sukuk di negara ini.

Dubai sendiri misalnya berencana untuk menerbitkan 1,5 miliar sukuk di Malaysia. Sementara, Kuwait akan menyusun program penerbitan sukuk 3,5 miliar ringgit di Negara Asia Tenggara ini.

Selain di Malaysia, sejumlah negara juga berencana mengeluarkan sukuk di tahun 2011 ini. Misalnya, Yaman yang menerbitkan sukuk untuk mengatasi defisit di negara tersebut. Tak terbatas pada negara Islam. sukuk juga diterbitkan sejumlah negara non Islam seperti Japan, Korea Selatan, bahkan Inggris dan Australia.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...