Prospek Asuransi Islam Di Indonesia

Asuransi syariah di Indonesia terbilang masih kurang berkembang dibandingkan negara Malaysia. Namun, kedepan Insya Allah Indonesia akan menjadi lebih baik Hal itu berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Global Islamic Financial yang menyebutkan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu pusat Takaful dunia pada 2015 Direktur Utama Asuransi Takaful Indonesia, Agus Edi mengatakan, prospek sektor asuransi syariah di Indonesia sebenarnya dapat tumbuh lebih pesat dibandingkan periode sebelumnya Indonesia diperkirakan dalam waktu 10 tahun mendatang, golongan masyarakat ini merupakan kekuatan yang luar biasa baik dari sisi konsumsi maupun produksinya.

Banyak pihak menyatakan bahwa ekonomi syariah dapat berkembang pesat di tengah krisis ekonomi saat ini, karena sistem ekonomi kapitalis atau sosialis yang diagung-agungkan dan diperkirakan mampu mensejahterakan masyarakat ternyata tidak terbukti. Bahkan sebaliknya menimbulkan keserakahan, ketidakadilan, dan bersifat merusak tatanan kehidupan manusia. Sebab, sistem ekonomi kapitalis mengandung beberapa unsur yang bertentangan dengan syariah Islam. Dalam menghadapi kondisi saat ini tentu masyarakat membutuhkan solusi dalam berekonomi sehingga mampu mandiri secara ekonomi serta dapat mewujudkan kesejahteraan yang hakiki.

Peranan asuransi syariah di dalam negeri selama ini belum besar. Ini juga dialami oleh perbankan syariah yang baru menyumbang 3 persen dari market share perbankan nasional meskipun telah berjalan terlebih dahulu dibandingkan asuransi syariah. Melihat hal itu, jelas asuransi syariah memiliki potensi yang besar dikemudian hari, paling tidak dapat menguasai market share hingga 97 persen dengan cara mensyariahkan unsur-unsur yang belum syariah. Akan tetapi sistem syariah tak luput dari hambatan. Misalnya permodalan, secara umum permodalan yang dimiliki oleh asuransi syariah relatif kecil dibandingkan pemain asuransi konvensional terutama yang joint venture.

Akibatnya perusahaan akan terkendala dalam melakukan promosi, sosialisasi, dan ekspansi. Untuk menutup kendala ini perusahaan harus menambah modal agar rencana kerja perusahaan dapat berjalan dengan baik. Kendala lainnya adalah sumber daya insani yang mempunyai kemampuan teknis dan mempunyai komitmen memajukan ekonomi syariah jumlahnya sangat terbatas. Selain kendala tersebut di atas, terdapat pula kendala lain yang dapat menghambat perkembangan asuransi syariah kedepannya yaitu, belum adanya regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah yang berupa UU Asuransi Syariah. Karena sampai saat ini, teknis dan operasi lembaga asuransi syariah hanya diatur melalui surat Keputusan Menteri Keuangan saja.

Tak lupa juga peranan Dewan Syariah Nasional (DSN) yang menjadi penting dalam mengeluarkan fatwa-fatwa yang berkaitan dengan asuransi syariah. Bisa melalui riset yang intensif sehingga fatwa-fatwa yang dikeluarkan dapat mendorong lebih cepat pertumbuhan asuransi syariah. DSN juga diharapkan dapat berperan lebih jauh dalam sosialisasi kepada masyarakat, terutama masyarakat muslim.
Dewan Asuransi Indonesia melaporkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir ini kecenderungan industri asuransi jiwa di Indonesia adalah:
• Konsumen lebih menyukai produk yang bersifat tabungan dibanding dengan jaminan perlindungan murni.
• Peningkatan peranan agen pemasaran menjadi seperti penasehat keuangan tidak hanya sebagai perantara saja.

Dengan kecenderungan tersebut, tampak bahwa pasar di negara maju sudah jenuh. Sedangkan di negara berkembang masih terbuka luas. Kemudian, peningkatan kesadaran konsumen terhadap haknya serta ketersediaan pilihan yang paling sesuai telah memacu perusahaan asuransi untuk senantiasa meningkatkan pelayanannya agar tetap mampu bersaing secara sehat. Selanjutnya, perubahan pola hubungan kerja pada masa ini telah membuat orang merasa perlu untuk menjaga kepastian adanya penghasilan ketika keaadan tiba-tiba berubah sulit, maka produk bersifat tabungan lebih disukai. Demam globalisasi juga mempercepat hubungan bsinis internasional dan investasi di berbagai sektor dan aspek usaha. Terakhir, sistem informasi merupakan kunci keberhasilan bisnis masa kini, terbukti bahwa sampai saat ini yang menguasai informasilah yang menguasai pasar.

Dengan melihat fakta bahwa, ada lebih dari 180 juta Muslim di Indonesia dan kesadaran akan keislamannya terus meningkat, merupakan peluang pasar yang lebar. Permintaan terhadap kehadiran lembaga keuangan syariah di berbagai tempat terus meningkat. Krisis ekonomi akhir-akhir ini memperlihatkan bahwa Indonesia memerlukan konsep lain dalam menata perekonomiannya. Lembaga ekonomi syariah adalah pilihan yang paling sesuai. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan pasar, di samping juga mendidik masyarakat, diperlukan lebih banyak bank syariah, dan kini telah mulai bermunculan asuransi syariah sebagai counterpart-nya. Kehadiran lembaga keuangan syariah baru akan memacu persaingan yang sehat untuk pengembangan kualitas yang pada akhirnya akan menguintungkan bangsa dan Negara.

Dari daftar perusahaan asuransi, secara alphabet pada saat ini jumlah perusahaan asuransi di Indonesia ada 53. Salah satunya adalah PT Asuransi Takaful Keluarga yang merupakan satu-satunya perusahaan asuransi syariah di Indonesia yang tetap survive sampai saat ini (2008). Yang menarik adalah bahwa PT Asuransi Takaful Keluarga ternyata mampu menyisihkan 42 perusahaan lain yang sudah jauh lebih lama beropersi. Apa artinya? Tentu anda lebih berkompeten dalam meredaksikan dan mengilustrasikan apa yang anda pikirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...