Problem Lembaga Keuangan Syariah

ekonomi islamMinimnya Akad Syariah Problem LKS

Dalam praktek pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, para praktisi menilai selama ini yang menjadi permasalahan adalah minimnya akad-akad syariah yang difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Direktur Bank Syariah Mandiri (BSM), Hanawijaya mengatakan perlu sebuah kajian-kajian yang mendalam bagi DSN atas permasalahan ini. Sehingga para praktisi yang mengembangkan lembaga keuangan syariah dengan leluasa mengembangkan produk-produk syariahnya.

Selama ini katanya, praktisi mengajukan produknya tak bisa disetujui oleh DSN, karena DSN belum menciptakan fatwa-fatwa yang mendukungnya. “Inikan masalah yang harus dipecahkan,”paparnya.

Sementara Direktur Bank Muamalat Indonesia (BMI), Andi Buchari, sependapat dengan Hanawiyaja bahwa harmonisasi akad-akad syariah perlu terbentuk. Ia menginginkan bahwa ada komunikasi secara integratif para DSN di Asia Tenggara untuk memformulasikan sebuah akad-akad secara seragam dengan demikian, ketika bank syariah menerbitkan produk internastional banking bisa berlaku di semua negara.

Sumber : PKES Interaktif
“Inilah yang harus dilakukan agar lembaga keuangan syariah bisa berkembang dengan pesat,” jujurnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...