Porsi Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah

BSMZona Ekonomi Islam–Bank Syariah Mandiri (BSM) akan mempertahankan porsi pembiayaan usaha kecil dan menengah di atas 60 persen. “Untuk pembiayaan kita akan tetap fokus di UKM dengan tetap pertahankan porsi di atas 60 persen,” kata Yuslam.

Pada Agustus porsi pembiayaan UMKM BSM adalah 63,38 persen, dan korporasi 36,62 persen. Per Agustus 2010, aset BSM telah mencapai Rp 27,17 triliun dengan jumlah dana pihak ketiga (DPK) Rp 23,78 triliun dan pembiayaan Rp 21,19 triliun.

Sebelumnya pada semester I 2010 porsi pembiayaan UMKM BSM adalah 62,52 persen dan sisanya 37,48 persen untuk korporasi. Pembiayaan yang disalurkan BSM per Juni 2010 adalah Rp19,87 triliun dengan total aset Rp26,45 triliun (unaudited), dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp23,30 triliun.

Yuslam menuturkan setidaknya total pembiayaan perbankan syariah nasional sekitar 72 persen disalurkan ke UKM, sementara 28 persen korporasi. Sementara, tambahnya, pembiayaan UKM perbankan konvensional memiliki porsi 48 persen dan korporasi 52 persen. “Porsi pembiayaan ke UKM yang besar itu menunjukkan Bank syariah bank pro UKM. Setidaknya 97 persen penduduk Indonesia juga bergantung dari bisnis UKM,” cetus Yuslam.

Hingga awal Oktober BSM memiliki 471 outlet, terdiri atas 96 kantor cabang, 210 kantor cabang pembantu, 34 kantor kas, 52 konter layanan syariah, 52 payment poin, 13 kas keliling dan 14 gerai online.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...