Pertumbuhan Perbankan Syariah Belum Optimal

ekonomi islamIndustri perbankan syariah di Indonesia berkembang relatif cepat. Hanya saja, perkembangannya belum optimal.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, mengungkapkan pangsa pasar perbankan syariah telah mencapai 3,8 persen per September 2011. Angka itu meningkat dibanding 2008 yang masih 2,98 persen. Dia memprediksi pangsa pasar perbankan syariah bisa mencapai 13-14 persen sepuluh tahun mendatang. “Tiap tahun tambah satu reach point masih bisa dilakukan, “ ujar dia, dalam diskusi ‘Kemilau Emas dan Keberlangsungan Bisnis Perbankan Syariah di Indonesia’, Kamis (27/10).

Ia mengatakan perbankan syariah di Indonesia sebenarnya telah naik signifikan lantaran sejumlah factor, seperti adanya undang-undang perbankan syariah pada 2008 dan amandemen undang-undang perpajakan. Kepastian regulasi tersebut membuat minat membangun bank syariah meningkat.

Aset bank syariah meningkat menjadi Rp 126 triliun pada September 2011. Namun, total aset tersebut masih kecil dibandingkan total aset perbankan nasional. Hal inilah yang membuat pertumbuhan perbankan syariah masih perlu dipacu lagi.

Kondisi ekonomi Indonesia yang semakin membaik juga memicu pertumbuhan perbankan syariah. Namun, hal itu belum membuat perbankan syariah sepenuhnya mengadopsi skema syariah. Hanya 29 persen perbankan syariah yang berbasis bagi hasil, sisanya masih memakai margin.

Peran otoritas telah mempengaruhi pertumbuhan perbankan syariah. Sayangnya, UU perbankan syariah dan penghapusan pajak ganda belum menumbuhkan perbankan syariah dengan optimal. “Secara kelembagaan, perbankan syariah sudah melakukan lompatan, tapi pertumbuhannya belum optimal,“ tegas Halim.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...