Pertumbuhan Laba Permata Syariah

Permata Syariah
JAKARTA — Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Permata mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan hingga 100 persen pada semester I 2010 sebesar Rp 59 Miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 29 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut lantaran, ditopang oleh peningkatan pendapatan seiring dengan peningkatan pembiayaan.

Head Bank Permata Syariah, Achmad K Permana menuturkan, peningkatan pembiayaan itu di antaranya berasal dari margin murabahah dan Sewa dengan akad ijarah muntahiyah bittamlik atau IMBT yang tercatat sebesar Rp 68 miliar atau mengalami kenaikan 72 persen dari Rp 39,5 miliar. “Sedangkan pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 38,2 miliar atau tumbuh hingga 169 persen dari Rp 14,2 miliar di akhir Juni 2010,” paparnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Achmad menambahkan, untuk kredit pihaknya telah menyalurkan sebesar Rp 1,5 triliun hingga akhir semester I 2010, di mana porsi korporasi sebesar 25 persen atau sekitar Rp 350 miliar, sedangkan sisanya untuk kredit small medium enterprise (SME) dan kredit konsumsi. “Di akhir tahun kami akan menngenjot kredit hingga 1,75 triliun,” paparnya

Oleh karena itu, lanjut Achmad, total pendapatan yang berhasil dihimpun hingga Semester I 2010 mencapai Rp 106,2 miliar atau meningkat hingga 98 persen dari Rp 53,7 miliar pada periode sebelumnya. “Transformasi model bisnis yang telah kami lakukan selama ini dengan menggabungkan bisnis syariah dan infrastruktur, pengembangan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah mulai terlihat hasilnya,” tuturnya .

Achmad menambahkan, aset Bank Permata Syariah juga mengalami pertumbuhan yang positif. Di akhir Juni 2009 aset PermataBank Syariah tercatat Rp 1,49 triliun, saat ini mencapai Rp 1,56 triliun atau tumbuh empat persen. “Harapannya hingga akhir tahun kami menargetkan angkanya mencapai Rp 2 triliun,” tuturnya

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), sambung Achmad, angkanya tumbuh 31 persen dari Rp 866,2 miliar di Semester I 2009 menjadi Rp 1,1 triliun pada periode yang sama di tahun 2010. Diungkapkannya, dana murah, yaitu berupa tabungan syariah menunjukkan naik hingga 117 persen menjadi Rp 482,6 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp 222,5 miliar.

“Begitu pula dengan (dana mahal) deposito syariah tumbuh 17 persen menjadi 518,0 miliar dari 441,9 miliar di akhir Juni 2009,” tuturnya. Sementara itu, giro syariah mengalami penurunan sebesar 34 persen dari Rp 201,8 miliar menjadi 132,2 miliar.

Bank Permata syariah pun mencatat posisi permodalan yang baik hingga akhir Juni 2010 ini, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio – CAR) mencapai 12,1 persen, diatas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8 persen.

Saat disinggung terkait rencanya spin-off, Achmad mengulas, pihaknya dalam waktu dekat belum berencana untuk melakukan hal itu. “Sementara ini kami akan fokus pada bisnis kami dulu,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Direktur Utama Bank Permata Syariah, Herwidayatmo mengatakan, perseroan telah menyalurkan zakat sebesar Rp 1 miliar kepada lembaga amal zakat, infaq dan shodaqh (Lazis) melalui unit pelayanan zakat (UPZ).

“UPZ berdiri tahun 2008 dengan dana awal Rp 222 juta, seiring dengan meningkatnya laba PermataBank Syariah zakat yang berhasil dikumpulkan tahun 2009 sebesar Rp 1,3 miliar dan tahun 2010 ini meningkat tajam lagi menjadi Rp 2,3 miliar,” katanya.

Menurut Herwid, ke 14 Lazis yang menerima zakat dari PermataBank Syariah adalah Baitul Maal Hidayatullah, Al Azhar Peduli Ummat (APU), Rumah Zakat, Lazis Amallah Astra, Aksi Cepat Tanggap, Badan Amil Zakat Nasional, Dompet Dhuafa dan Badan wakaf Al Quran. Ada juga Pos Keadilan Peduli Ummat, Ummi Maktum, Perhimpunan Pengembangan Pesantren & Masyarakat, Program pembibitan penghafalan Al Qur’an , Dompet Peuli Ummat Daarut Tauhid sera Dewan Dakwah Syariah Nasional.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...