Pertumbuhan Industri Syariah Normal

ekonomi islamDirektur Retail Banking PT Bank Syariah Mandiri di Jakarta, Hanawijaya menilai, pertumbuhan industri bank syariah pada 2011 yang mencapai 3,4 persen cukup normal. Karena kalau dipaksakan untuk tumbuh lebih tinggi lagi maka dikhawatirkan akan merusak pertumbuhan tersebut.

“Apabila industri bank syariah dipaksa untuk tumbuh sebesar lima persen, maka dikhawatirkan akan mengganggu roda pertumbuhan yang sudah berjalan,” katanya.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) menargetkan industri bank syariah akan dapat tumbuh sebesar lima persen. Menurut dia, bank-bank syariah untuk dapat tumbuh lima persen harus didukung berbagai faktor yang dapat mendorong pertumbuhan tersebut seperti infrastruktur yang masih belum memadai dan industri keuangan yang makin berkembang.

Selain itu jumlah pemain bank-bank syariah masih belum mamadai dan kesadaran masyarakat terhadap syariah juga belum optimal. BI, lanjut dia sebenarnya sudah banyak memberikan kemudahan dalam upaya mendorong industri bank syariah untuk bisa tumbuh lima persen seperti pembukaan kantor cabang, dan melakukan seminar mengenai syariah dan membuka outlet di kantor cabang tersebut.

Karena itu, pertumbuhan industri syariah sebesar 3,4 persen dinilai sudah cukup baik, ujarnya. Menurut dia, pertumbuhan bank-bank syariah sendiri sebenarnya sudah cukup tinggi sebesari 45 persen per tahun.

“Kami tetap optimis target yang ditetapkan BI untuk tumbuh mencapai lima persen akan dapat dicapai dalam beberapa tahun ke depan, ” ucapnya.

Ia mengatakan, di Malaysia, industri syariah memang sudah diperkenalkan terlebih dahulu ketimbang di pasar domestik, sehingga masyarakatnya sangat mengerti dengan industri tersebut. Jadi perkembangan industri syariah di Malaysia lebih cepat tumbuh dengan baik.

Meski demikian, lanjut dia Indonesia tetap merupakan pasar potensial bagi usaha syariah, karena penduduknya yang mayoritas pemeluk agama Islam. “Kami optimis industri syariah akan dapat dikenal lebih jauh, apabila masyarakat mengetahui apa itu syariah,” katanya.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...