Persaingan Bisnis Syari’ah : Pihak yang Bersaing

Manusia merupakan pusat pengendali persaingan bisnis.. ia akan menjalankan bisnisnya terkait dengan pandangannya tentang bisnis yang digelutinya. Hal terpenting yang berkaitan dengan faktor manusia adalah segi motivasi dan landasan ketika ia menjalankan praktek bisnisnya, termasuk persaingan yang terjadi di dalamnya.
Bagi seorang muslim, bisnis yang dilakukan adalah dalam rangka memperoleh dan mengembangkan kepemilikan harta. Harta yang dia peroleh tersebut adalah rezeki yang merupakan karunia yang telah ditetapkan Allah. Rezeki tidak akan lari ke mana-mana. Bila bukan rezekinya, sekuat apa pun orang mengusahakan, ia tidak akan mendapatkannya, begitu pun sebaliknya.
Keyakinan bahwa rezeki semata-mata datang dari Allah SWT akan menjadi kekuatan ruhiyah bagi seorang pebisnis muslim. Keyakinan ini menjadi landasan sikap tawakal yang kokoh dalam berbisnis. Selama berbisnis, ia senantiasa sandarkan segala sesuatunya kepada Allah. Manakala bisnisnya memenangkan persaingan, ia besyukur. Sebaliknya, ketika terpuruk dalam bersaing, ia bersabar. Intinya segala keadaan ia hadapi dengan sikap positif tanpa meninggalkan hal-hal prinsip yang telah Allah perintahkan kepadanya. Insya Allah perasaan stress atas keadaan tertekan semestinya tidak menimpa pebisnis muslim.

2 comments on “Persaingan Bisnis Syari’ah : Pihak yang Bersaing

  1. kenapa dalam realnya islam secara ekomi itu tertinggal dari pada barat,apa yang mendasar dari kesalahan orang islam itu?

  2. dalam ekonomi negara islam yang erjadi adlah orang yang kalah dalam kompetisi dagang mereka di biarkan sehingga terjadi yang satu bangkrut dan yang satu berjaya.dalam artian setiap kemajuan ekonomi mengapa tidak ada sisten kompensasi untuk membantu persaingan usaha agar tidak ada kompetisi yg saling menjatuhkan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...