Persaingan Bisnis Syari’ah : Persaingan Cara

Berbisnis adalah bagian dari muamalah. Karenanya, bisnis juga tidak terlepas dari hukum-hukum yang mengatur masalah muamalah. Karenanya, persaingan bebas yang menghalalkan segala cara merupakan praktik yang harus dihilangkan karena bertentangan dengan prinsip-prinsip muamalah islami.
Dalam berbisnis, setiap orang akan berhubungan dengan pihak-pihak lain seperti rekanan bisnis dan pesaing bisnis. Sebagai hubungan interpersonal, seorang pebisnis muslim tetap harus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada mitra bisnisnya. Hanya saja, tidak mungkin bagi pebisnis muslim bahwa pelayanan terbaik itu diartikan juga memberikan “servis” dengan hal yang dilarang syariah.
Dalam segi cara bersaing inilah, para pelaku bisnis dihadapkan pada 4 (empat) pilihan. Keempat pilihan tersebut yaitu : jika tidak etis maka akan tertinggal, etis tidak tertinggal, etis tertinggal, dan tidak etis tertinggal. Dalam hal ini, sebagaimana kita ketahui, tujuan dari setiap bisnis diantaranya adalah agar dapat berjalan dalam jangka panjang. Suatu bisnis akan tetap berkesinambungan dan secara terus-menerus benar-benar menghasilkan keuntungan, jika dilakukan atas dasar kepercayaan dan kejujuran. Dan inilah sebagian dari tujuan yang diharapkan dari etika bisnis, yaitu agar semua orang yang terlibat dalam kegiatan bisnis mempunyai kesadaran tentang adanya dimensi etis dalam berbisnis itu sendiri, dan agar belajar bagaimana mengadakan pertimbanganan yang baik secara etis dan ekonomis.
Rasulullah saw. memberikan contoh bagaimana bersaing dengan baik ketika berdagang, Rasul tidak pernah melakukan usaha untuk menghancurkan pesaing dagangnya. Walaupun ini tidak berarti Rasulullah berdagang seadanya tanpa memperhatikan daya saingnya. Yang beliau lakukan adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dan menyebutkan spesifikasi barang yang dijual dengan jujur termasuk jika ada cacat pada barang tersebut. Secara alami, hal-hal seperti ini ternyata justru mampu meningkatkan kualitas penjualan dan menarik para pembeli tanpa menghancurkan pedagang lainnya.
Dari pandangan di atas, maka menjadi kemestian agar suatu bisnis yang ingin tetap berlanjut dan berkesinambungan dalam proses dan meraih keuntungan agar selalu berupaya pada sikap jika tidak etis maka akan tertinggal dan jika etis maka tidak akan tertinggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...