Perkembangan Ekonomi Syariah di Solo Stagnan

ekonomi islamPengembangan ekonomi syariah di Solo – Jawa Tengah dinilai pada tahun ini mengalami stagnan, hal ini terlihat dalam pembiayaan selama tahun 2010 hanya tumbuh 10 persen. Demikian peryataan Pemimpin Bank Indonesia (BI) Solo, Doni P Joewono, dalam acara Seminar Nasional Ekonomi Syariah di Auditorium M Djazman UMS, Sabtu (17/9).

Ada beberapa alasan yang ia kemukakan, mengapa perbankan syariah yang ada di Solo mengalami stagnan. Pertama, belum adanya perkembangan infrastruktur yang memadai menyebabkan enggannya masyarakat untuk mendekat. Kedua, mininya inovasi juga membuat rendahnya daya tarik calon nasabah di bank syariah.

“Pertumbuhan pada tahun 2010 sebesar 40 persen. belum adanya ATM syariah, maka (nasabah) terpaksa jadi nasabah bank lain. Maka dari itu perlu inovasi infrastruktur,” ujarnya.

Pada saat ini produk ekonomi syariah masih terfokus pada konsep murabahah, yang digunakan untuk konsumsi. Seperti jenis kredit dan jual beli. Padahal, ia diharapkan perkembangan ada di sisi mudharabah, dimana ada pembiayaan usaha dengan konsep bagi hasil.

Dirinya menjelaskan, perlu adanya pemahaman jika ekonomi syariah bukan produk agama islam, dan ini disampaikan pada masyarakat. ini bisa dilakukan dengan cara menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...