perbankan-syariah-ilustrasi

Pergerakan Bank Syariah Indonesia di kuartal I 2014

Pergerakan Bank Syariah Indonesia di kuartal I 2014Indonesia Bersama Qatar, Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Turki, merupakan penyumbang aset perbankan syariah terbesar dunia. Bahkan dalam empat tahun ke depan aktifitas perbankan syariah Indonesia diperkirakan menjadi penentu proyeksi industri perbankan syariah global.

Meskipun sebagai salah satu penyumbang aset terbesar, pergerakan perbankan syariah di Indonesia sebenarnya kurang memuaskan khususnya di kuartal I 2014.

Ini terlihat dari lambatnya kenaikan pembiayaan, dana pihak ketiga, dan aset.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, pada kuartal I-2014 pembiayaan 11 bank umum syariah dan 23 unit usaha syariah hanya mencapai Rp231,701 triliun. Penyaluran pinjaman itu tumbuh 13,47 persen dari posisi yang sama tahun lalu.

Lalu dana pihak ketiga hanya mencapai Rp180,947 triliun, naik 15,96 persen. Aset bank umum syariah sebesar Rp240,931 triliun, bertambah 14,95 persen dari posisi Maret 2013.

“Belum ada hal yang menonjol dibandinglan tahun lalu,” kata Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan Edi Setiadi melalui saluran telepon, Rabu (28/5/2014) kemarin.

Lambatnya pergerakan itu karena dua faktor. Pertama, perlambatan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I hanya mencapai 5,21 persen. Kedua, kondisi ini terkait dengan ketentuan baru tentang permodalan yang dikeluarkan akhir tahun lalu. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) naik dari 14,42 persen di Desember 2013 menjadi 16,2 persen di Maret 2014.

“Masing-masing bank semua perkuat modal. Mereka konsolidasi ke dalam dulu, juga termasuk syariah,” kata Edi.

Melihat kondisi itu, kata Edi, pelaku industri kini tengah menyesuaikan rancangan bisnis bank. Mereka akan menyesuaikan dengan rancangan induk usaha yang mayoritas bergerak di perbankan konvensional. Tahun ini pertumbuhan industri perbankan diarahkan pada level 15-17 persen untuk pinjaman dan dana pihak ketiga.

“Di kuartal II ini baru akan keliatan pada Juni seperti apa. Kalau ada modal masuk, ini akan mendorong. Umumnya, modal masuk itu dikuartal ini. Tinggal realisasinya,” kata Edi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...