Perbedaan Antara Bank Konvensional dan Bank Syariah: Akad dan Aspek Legalitas

Dalam Bank Sayriah akad yang dilakukan memiliki konskuensi duniawi dan ukhrawi karena akad yang dilakukan berdasarkan hukum Islam. Sering kali nasabah berani melanggar kesepakatan atau perjanjian yang telah dilakukan apabila hokum itu hanya berdasarkan hokum positif belaka, tapi tidak demikian bila perjanjian tersebut memiliki pertanggungjawaban sampai yaumil kiyamah nanti.
Setiap akad dalam perbankan syariah, baik dalam hal barang, pelaku transaksi, maupun ketentuan lainnya, harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :
1. Barang dan jasa harus halal sehingga transaksi atas barang dan jasa yang haram menjadi batal karena hokum syariah.
2. Harga barang dan jasa harus jelas
3. Tempat penyerahan atau delivery harus jelas karena akan berdampak pada biaya transportasi.
4. Barang yang ditransaksikan harus sepenuhnya dalam kepemilikan, tidak boleh menjual sesuatu yang belum dimiliki seperti yang terjadi pada transaksi short sale dalam pasar modal.
Sedangkan dalam Bank Konvesional, transaksi atas barang dan jasa yang ditawarkan oleh bank mencakup yang halal dan haram, serta diperbolehkannya transaksi short sale dalam pasar modal.

2 comments on “Perbedaan Antara Bank Konvensional dan Bank Syariah: Akad dan Aspek Legalitas

  1. pada prakteknya ada bank yang mengaku syariah tapi masih memakai cara konvensional, sebaiknya kita pilih yang murni syariah. Dari hulu sampai hilir terjaga kebersihannya tanpa riba..

  2. memang pada prakteknya, yang sering kita jumpai seperti itu. Oleh karena itu jadikanlah itu sebagai tantangan bagi kita untuk memurnikannya, dimanapun posisi(entah pelajar, nasabah, pemangku kebijakan, dll) kita, cobalah berikan yang terbaik untuk mempercepat terciptanya cita-cita luhur itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...