Perbankan Syariah Indonesia terus maju dengan pertumbuhan tinggi

 Perbankan Syariah Indonesia terus maju dengan pertumbuhan tinggiMenjelang 2015-2020: Perbankan Syariah Indonesia terus maju dengan pertumbuhan tinggi

Dari kacamata pakar perbankan syariah internasional antara lain Prof. Volker Nienhaus (Professor ekonomi dan Presiden Universitas Marburg Jerman), perbankan syariah Indonesia dinilai telah berkembang pesat termasuk aspek syariahnya. Industri perbankan syariah Indonesia pun dinilainya tidak kalah dibandingkan industri sejenis di negara-negara lainnya. Hal yang sama diutarakan pula oleh delegasi bank sentral Uganda yang pernah melakukan studi banding bank syariah ke berbagai negara termasuk berkunjung ke Bank Indonesia. Menurut pendapat mereka, sistem regulasi, pengawasan dan model bank syariah Indonesia adalah yang paling cocok untuk diterapkan di negaranya. Penilaian ini sungguh menggembirakan dan menambah semangat para penggiat ekonomi syariah, di tengah upaya penyempurnaan sistem perbankan syariah Indonesia yang dilakukan terus menerus.

Selanjutnya dalam rangka terus memajukan dan membawa industri perbankan syariah Indonesia ke dunia internasional, tanggal 20-21 April 2011, bertempat di Yogyakarta, Bank Indonesia menyelenggarakan seminar internasional perbankan syariah. Seminar ini mengundang para pakar dunia dan Islamic bankers dari dalam dan luar negeri. Selama ini acara-acara seminar, workshop, training Islamic banking di dominasi oleh penyelenggara dari Malaysia, Bahrain, dan Dubai. Seminar internasional Bank Indonesia ini diharapkan berdampak strategis dan positif bagi peningkatan citra Indonesia sebagai penyelenggara kegiatan internasional Islamic banking and finance. Event ini sekaligus juga merupakan sarana infomasi dan upaya untuk menjaring investor domestik maupun luar negeri agar menanamkan modalnya dalam industri perbankan syariah.

Selain itu, secara akademis dan praktis, seminar ini diharapkan dapat memperkaya wawasan keilmuan perbankan syariah, memberikan masukan yang optimal bagi pengembangan perbankan syariah dan dapat menjawab isu-isu yang tengah berkembang dewasa ini yang terkait dengan industri perbankan syariah utamanya: pertama, peran perbankan syariah dalam mendukung kesejahteraan ekonomi dan stabilitas keuangan, kedua, peranan pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendukung pengembangan perbankan syariah yang sehat dan kredibel, ketiga, kesiapan sumber daya manusia untuk menggerakan roda-roda kegiatan perbankan syariah baik secara kuantitatif maupun kualitatif, keempat harmonisasi aspek syariah di berbagai negara, serta terakhir terkait dengan tantangan dalam inovasi dan pengembangan produk dan jasa perbankan syariah.

Berkaitan dengan isu mendasar peran perbankan syariah dalam mendukung kesejahteraan ekonomi dan stabilitas keuangan maka peranan tersebut merupakan hal yang sangat valid dikaitkan dengan model-model pembiayaan bank syariah yang seluruhnya berorientasi kepada sektor riil. Bank syariah dapat dikatakan sebagai mesin ampuh penggerak roda-roda skala usaha menengah, kecil dan mikro. Industri perbankan syariah juga diharapkan tahan terhadap krisis ekonomi dan berperan besar dalam stabilitas keuangan karena aturan syariah tidak membolehkan bank menyentuh kegiatan yang berbasis spekulatif dan derivatif. Selain itu, peran pemerintah dan Bank Indonesia sangat penting dalam menetapkan regulasi dan memberikan insentif untuk merangsang kemajuan industri namun tetap dibarengi dengan dengan pengawasan yang prudent dan tegas untuk mewujudkan perbankan syariah yang sehat dan kredibel dilapangan maupun di hati masyarakat.

Isu berikutnya yang dibahas pada seminar yang sekarang mendapat perhatian penuh adalah kesiapan sumber daya manusia atau sumber daya insani sebagai aset bank untuk menggerakan kegiatan perbankan syariah baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Disini diperlukan kompetensi yang handal dan ruh syariah yang mendalam mulai dari jajaran pucuk pimpinan bank syariah tertinggi hingga pegawai di level terendah.

Selain itu, isu-isu harmonisasi aspek syariah di berbagai negara juga mendapat porsi dalam seminar ini. Sebenarnya, upaya harmonisasi aspek syariah telah lama dilakukan dan sekarang ini telah menghasilkan berbagai fatwa di berbagai yurisdiksi wilayah dan lembaga. Upaya ini diharapkan akan semakin mencapai hasil yang diharapkan melalui serangkaian pembahasan dan pertemuan para syariah scholar di salah satu sesi seminar. Hasil yang diharapkan antara lain tercapainya kesepahaman masing-masing otoritas syariah di Indonesia dan berbagai negara dan lembaga terkait tanpa terlalu banyak menonjolkan kepentingan bisnis dan pencapaian angka statistik kinerja industri perbankan syariah semata. Sebaliknya, yang dituju adalah kemaslahatan yang paling optimal bagi masyarakat dan kredibilitas bank di mata rakyat dan pemerintah.

Isu terakhir dari pembahasan seminar yang menarik terkait dengan tantangan dalam inovasi dan pengembangan produk dan jasa perbankan syariah. Inovasi produk yang didukung teknologi sangat dekat dengan keunggulan daya saing dan pencapaian kinerja bank syariah. Saat ini landasan akad produk bank syariah menggunakan model bagi hasil, berkongsi usaha, jual beli, sewa dan sewa beli, pinjaman tanpa imbalan, gadai dan jasa. Beberapa produk yang akan menjadi pembahasan menarik adalah produk yang akadnya masih dipandang kontroversi seperti tawarruq atau perjanjian jual beli dalam rangka mendapatkan dana tunai bank yang banyak digunakan sebagai dasar produk komoditi murabahah.

Tantangan pembentukan produk bank syariah ke depan adalah produk yang mampu memenuhi kebutuhan investasi dan transaksi nasabah tetapi masih tetap tinggi tingkat kepatuhan syariahnya. Apakah hal itu sulit dilakukan atau dicapai? Jawabannya tentu saja tidak sulit sepanjang terus bekerja keras melakukan riset dan pengembangan disertai dengan edukasi yang intensif dan segmentif mengenai tujuan mendasar operasi bank syariah dan manajemen hubungan bank dan nasabah yang mumpuni. Semua isu di atas akan dibahas para pakar dalam seminar dan tentu saja akan berdampak dengan terus meningkatnya kualitas perbankan syariah Indonesia yang memang telah terbukti terus meningkat dengan skala pertumbuhan yang tinggi.

Beberapa kegiatan internasional perbankan syariah tahun 2011 yang akan meramaikan industri keuangan dan perbankan syariah ke depan sudah dijadwalkan di Indonesia yaitu Joint Conference Islamic Banking and Finance antara Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia pada bulan Juli 2011, serta Workshop Islamic Micro Finance dalam kerangka kegiatan kelompok D8 Islamic Countries (Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Mesir, Nigeria, Iran dan Turki) yang direncanakan untuk diselenggarakan secara back to back dengan Joint Conference BI-BNM tersebut.

Oleh: Dhani Gunawan Idat dan Rifki Ismal, Peneliti Bank Indonesia

Sumber : IBnews Eramuslim

Subscribe /Share

Share on Facebook Digg This! Subscribe to our RSS feed. ">
It's very calm over here, why not leave a comment?

Leave a Reply




*