Perbankan Syariah Diminati Investor Asing

BI memiliki komitmen pasca UU Perbankan Syariah keluar pada 2008 silam, hal tersebut akan berdampak pada bertambahnya BUS di tanah air. Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Mulya E Siregar mengatakan sejak UU Perbankan Syariah, UU Surat Berharga Syariah Negara dan revisi UU PPn No 42 disahkan, investor asing pun mulai memalingkan minatnya ke pasar Indonesia.

“Alhamdulillah setelah UU Perbankan Syariah pada 2008 impactnya mulai kelihatan. Pada 2008 ada tiga BUS, 2009 ada delapan BUS dan di tahun ini dengan hadirnya BNI Syariah jadi 10 BUS. Insya Allah di pertengahan tahun akan bertambah menjadi 11 BUS,” kata Mulya.

Bank syariah baru yang dimaksud adalah Maybank Syariah yang mengonversi Maybank Indocorp. Diperkirakan Maybank Syariah akan dapat beroperasi pada akhir Agustus 2010. Mulya pun menyambut baik kehadiran BNI Syariah yang menjadi BUS ke-10 di Indonesia.

Mulya menuturkan saat ini terdapat sejumlah investor yang sedang melihat kemungkinan untuk mengakuisisi bank lokal dan mengkonversinya menjadi bank syariah. Namun ia masih enggan menyebutkan jumlah investor yang berminat. “Asian Finance Bank dan Al Baraka Banking Group yang punya kantor perwakilan di Indonesia saat ini juga masih mencari bank lokal untuk dikonversi menjadi bank syariah,” tukas Mulya.

Sementara di sisi lain, tambahnya, persoalan SDM bank syariah juga menjadi perhatian seiring dengan bertambahnya BUS. Meningkatnya jumlah BUS juga akan mendorong meningkatnya permintaan SDM. Namun ia belum menghitung secara pasti berapa jumlah kebutuhan SDM di tahun ini sejalan dengan bertambahnya jumlah BUS.

Kendati demikian, ujar Mulya, hal yang patut diperhatikan adalah persiapan SDM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang. Pada tahun itu akan terjadi arus bebas aliran barang, dana dan SDM, karena itu SDM perbankan syariah pun mesti dipersiapkan untuk menghadapi hal itu.

“Kalau tidak siap dari sekarang, orang-orang dari Malaysia atau Brunei akan bebas masuk ke industri bank syariah. Karena itu BI melakukan kajian dengan beberapa lembaga penelitian untuk menyiapkan SDM bank syariah menghadapi MEA. Insya Allah tahun depan kajiannya selesai dan roadmapnya bisa kita berikan,” papar Mulya.

Ia menambahkan pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah sendiri per tahunnya cukup baik dengan catatan 30 persen, sementara dana pihak ketiga tumbuh 36 persen. Dengan kehadiran sejumlah BUS di tahun ini ia pun optimis aset perbankan syariah dapat mencapai Rp 97 triliun.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...