Pentingnya Pengukuran Pendapatan

Dalam akuntansi konvensional, penentuan income atau ‘keuntungan’ adalah salah satu fungsi utama akuntansi sebagai penentu perpindahan kekayaan antar seseorang. Contohnya, bonus pegawai sering berdasar pada jumlah income dividen investor tergantung pada income (meski kebijakan dividen tidak mempunyai hubungan secara langsung), pendapatan juga mengukur usaha dan pencapaian manajemen dimana mereka akan mendapatkan imbalan (bonus/ opsi saham) atau sebaliknya, prospek kepegawaian dapat bergantung pada jumlah income sebagai efektiftas kerja, yang sering dijadikan evaluasi oleh investor.

Income juga panduan untuk berinvestasi e.g earning per share berbasiskan jumlah pendapatan adalah ukuran utama dimana nilai saham bergantung pada keputusan investor untuk membeli, menjual atau menahan investasinya. Sebagai tambahan, akuntansi income adalah dasar perpajakan meski hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebijakan fiskal. Dalam akuntansi Islam, kekayaan dan keuntungan berdasar pada zakat (Pajak Islam) yang di kenakan pada individu atau organisasi. Hal ini menjadi sangat penting karena bunga dilarang dalam Islam, begitu pula dengan pendapatan tetap pada modal. Keuntungan dan income sangat penting dalam Islam, lebih dari akuntansi konvensional yang menjadikan income hanya sebagai dasar seseorang mendapatkan keuntungan modalnya. Lebih jauh pengukuran pendapatan mengambil porsi besar dalam subjek teori akuntansi dan banyak buku-buku yang membahas menganai masalah ini eg. Davidson et al (1964), meskipun dapat dilihat bahwa pendapatan adalah konsep penting, kita akan mereview konsep pendapat ini pada literatur berikutnya.

Akuntansi,ekonomi islam,ekonomi,akuntansi islam,akuntansi syariah,ekonomi syariah,income,keuntungan,investor,deviden,pentinya pengukuran pendapatan,teori akuntansi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...