Penjualan Produk Bancassurance di Bank Syariah Perlu Berhati-hati

Bancassurance
Zona Ekonomi Islam–Industri perbankan syariah yang kini semakin ramai menjadi peluang bagi asuransi syariah untuk menjalin kerja sama. Namun untuk penjualan produk asuransi syariah melalui bank pun perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak melanggar prinsip syariah.

Direktur Asuransi Central Asia (ACA), Muljadi Kusuma, mengatakan perkembangan industri keuangan syariah saat ini membuka peluang besar bagi asuransi untuk bekerja sama seiring dengan semakin bertambahnya pelaku perbankan syariah.

“Namun ada kendala juga karena industri keuangan syariah ini masih baru dan tidak gampang untuk mensyariahkan suatu produk, jadi produk asuransi syariah benar-benar harus disesuaikan dengan kebutuhan nasabah,” kata Muljadi, usai launching bancassurance produk demam berdarah (DB) Care ACA dan OCBC NISP di OCBC NISP Tower, Rabu (29/9).

Saat ini, tambah dia, pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah bank umum syariah, seperti Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, dan BCA Syariah. Produk bancassurance yang dipasarkan, seperti asuransi kendaraan bermotor dan properti. Muljadi menuturkan, per Agustus premi unit syariah ACA telah mencapai Rp10 miliar, dari target Rp 17 miliar. Selain dari bancassurance, kontribusi premi syariah juga diperoleh dari penjualan bisnis langsung dan agensi.

Secara keseluruhan, papar Muljadi, jalur distribusi melalui bank masih berkontribusi di bawah 10 persen dari total premi ACA yang sekitar Rp 1 triliun, atau 60 persen dari target premi 2010 sebesar Rp 1,8 triliun. Namun dengan bertambahnya pelaku perbankan, termasuk perbankan syariah membuat peluang kerja sama dengan bank untuk bancassurance terbuka lebar.

“Potensi kerja sama dengan bank di Indonesia masih besar dan nanti ketika kerja sama dengan bank lainnya juga produknya akan lebih bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan nasabah bank,” ujar Muljadi.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...