Peningkatan Aset Dubai Islamic Bank

Dubai Islamic BankDubai Islamic Bank (DIB), mengumunkan mencapai peningkatan aset hingga 90,1 miliar dinar (Uni Emirat) di 2010. Dalam pemaparan kinerja yang dilakukan, DIB mencatat terjadi peningkatan aset dari posisi sebelumnya, 84,3 miliar dinar.

Bank ini membukukan pembiayaan tumbuh mencapai 57,1 miliar dinar atau meningkat 15 persen dari posisi sebelumnya 49 miliar dinar di 2009. Sementara deposito nasabah cukup stabil diposisi 63,4 miliar dinar.

Bank yang tengah mengkaji pasar di Indonesia ini menilai keberhasilan ini merupakan hasil strategi yang dijalankan dengan benar. Baik fokus pada diversiti produk dengan pertumbuhan terarah, termasuk ekspansi jaringan ke sejumlah negara. ”Untuk menjadi pemimpin pasar, kita telah fokus pada pertumbuhan yang sehat,” kata pejabat DIB, seperti yang dilansir Zaywa, Ahad (13/3) lalu.

Di periode yang sama, DIB juga mencatat peningkatan laba bersih hingga 806 juta dinar. Bisnis ritel meyumbang 46 dari total komponen pendapatan di 2010. Rasio keuangan yang baik, juga ditunjukan DIB. Para pejabat DIB mengaku bank tersebut tetap mampu menjaga kesehatan likuiditasnya meski pasar penuh tantangan.

Bisnis inti bank ini terus tumbuh secara berkesinambungan dengan angka Net Operating Income mencapai 1,9 miliar dinar.Kenyataan serupa juga terlihat dari neraca keseimbangan perusahaan, yang terus tumbuh hingga 864 juta dinar.

Dengan rasio kecukupan modal yang kuat sebesar 17,8 persen, di bawah Basel II, kinerja dan strategi optimal terhadap penanganan resiko telah diterima dengan baik oleh pasar. ”Ini merupakan bukti jelas untuk keberhasilan strategi 2010 dari membangun waralaba yang lebih kuat dan lebih kuat,” jelasnya.

DIB berdiri tahun 1975. Di dalam negeri, bank syariah ini memiliki 68 cabang dengan total 1,2 juta nasabah. Ke depan, DIB melalui Dewan Direksi bakal mengusulkan deviden tunai sebesar 10 persen. Proposal ini bakal diratifikasi dalam Rapat Umum Tahunan.

Menurut Muhammad Ibrahim Al Shaibani, Direktur Jenderal Penguasa Dubai dan Ketua DIB, di 2011, perekonomian domestik akan terus meningkat. Hal ini terkait peningkatan pertumbuhan pembiayaan global. ”DIB berkomitmen untuk memberikan kontribusi pada pertumbuhan dan diversifikasi dalam negeri,” katanya.

Di 2010, DIB mencatat terjadi peningkatan saham di Tamweel, sebuah perusahaan pembiayaan di Uni Emirat. Bank syariah itu, kini menguasai 58 persen saham, atau menjadi mayoritas shareholder di perusahaan itu. Bank ini juga membentuk Emirates REIT, sebuah perusahaan investasi real estate di Dubai. Diharapkan, ini akan membantu perkembangan real estate di kawasan tersebut.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...