Penghapusan Tanggungan Pembiayaan Syariah Bagi Korban Merapi dan Tsunami

Bank syariahBank-bank syariah memberikan sinyalemen langkah penghapusan tanggungan pembiayaan pada korban bencana alam Mentawai dan Merapi. Kendati demikian, sampai saat ini bank-bank syariah belum menyelesaikan pendataan para korban bencana yang merupakan nasabah pembiayaan mereka.

Direktur Risiko dan Kepatuhan BNI Syariah, Imam T Saptono, mengatakan sampai saat ini pihaknya masih berkonsentrasi pada pemberian bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana. “Sekarang masih masa tanggap darurat atau emergensi, kita fokus ke sana dan belum mendata nasabah pembiayaan yang turut menjadi korban,” katanya, Rabu (10/11).

Dia melanjutkan, setelah masa tanggap darurat selesai, BNI Syariah akan melakukan pendataan nasabah pembiayaan yang menjadi korban bencana Mentawai dan Merapi. Secara prinsip, BNI Syariah memiliki sejumlah langkah terhadap para korban bencana mulai penyelamatan usaha, memperpanjang masa pembayaran, atau mereview akad pembiayaan.

“Kita lihat dulu bagaimana kondisinya, kalau yang menjadi masalah adalah lini bisnis mereka terganggu, misalnya kehilangan toko, maka bank punya kebijakan untuk penyelamatan,” papar Imam.

Adapun langkah penghapusan beban angsuran pembiayaan akan dilakukan setelah ada keputusan dari Bank Indonesia (BI). Apabila BI menyatakan jika nasabah korban bencana termasuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa, maka secara otomatis BNI Syariah akan menghapuskan tanggungan pembiayaan para nasabah. “Jadi untuk penghapusan kita tunggu keputusan BI,” ujar Imam.

Hal serupa disampaikan Direktur Bank Muamalat Indonesia (BMI), Andi Buchari. Menurut Andi, BMI baru akan memutuskan penghapusan tanggungan pembiayaan korban bencana jika sudah menerima keputusan BI. “Sifatnya menunggu, bukan kebijakan yang bisa kita keluarkan sendiri,” ujarnya.

Dia menambahkan, BMI belum berkonsentrasi untuk mendata dan menyusun kebijakan khusus terhadap nasabah korban bencana. Saat ini, kehadiran BMI di lokasi bencana semata untuk melakukan aksi kemanusiaan bersama para relawan yang lain. Melalui anak perusahaannya, Baitul Maal Muamalat (BMM), BMI ikut mendirikan posko bantuan bersama aparat dan relawan di lokasi bencana.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...