Penetrasi Asuransi Syariah Masih Lemah

Penetrasi Asuransi Syariah
Industri asuransi syariah Tanah Air berkembang pesat. Penetrasi pasar yang belum terlalu besar memberikan peluang industri ini untuk tumbuh lebih cepat.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Evelina Fadil Pietruschka, mengatakan kendati penetrasi pasar asuransi syariah saat ini belum terlalu besar, namun memiliki potensi untuk berkembang. ”Bisnis asuransi syariah saya lihat berkembang pesat.Walau penetrasi masih kecil tapi produk asuransi syariah masih dibutuhkan masyarakat, apalagi banyak juga masyarakat non-Muslim yang menggunakan produk asuransi syariah,” katanya di Jakarta, Kamis (8/7).

Per Juni 2010, setidaknya terdapat 17 perusahaan asuransi jiwa yang memiliki unit asuransi syariah, dari total 44 pelaku usaha asuransi syariah. Evelina menuturkan, untuk asuransi jiwa pihaknya belum memisahkan kontribusi bisnis syariah terhadap pendapatan premi asuransi jiwa Indonesia secara keseluruhan. ”Kami belum ada data terpisah untuk asuransi syariah. Jika kerja sama antara AAJI dengan AASI semakin erat kita akan ke sana,” ujarnya.

Berdasar data yang dihimpun Republika, secara total per kuartal I 2010, asuransi jiwa Indonesia memiliki pendapatan premi Rp 17,3 triliun, sementara asuransi jiwa syariah Rp 558 miliar. Dengan demikian dari segi premi asuransi jiwa syariah mencatat pangsa pasar 3,28 persen. Di sisi aset asuransi jiwa Indonesia mencatat Rp 145,7 triliun di triwulan I 2010, sedangkan asuransi jiwa syariah Rp 2,3 triliun di periode yang sama.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...