Pemerintah Kurang Menyokong Bank Syariah

Meski telah mengikuti aturan Islam dan memiliki pangsa luas, namun perkembangan bank syariah relatif lambat. Bahkan, perkembangan pasar (market share) bisa dikatakan stagnan. Hingga saat ini market share perbankan syariah masih berkutat pada kisaran angka 3 persen dibanding perbankan konvensional.

”Sebenarnya pertumbuhan Bank Syariah sudah cukup baik. Selain faktor terkait sumber daya manusia (SDM) di dalamnya. kurangnya sokongan pemerintah membuat bank Syariah sulit melaju,” kata Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Jatim, Ersyam Fansuri, di Surabaya, Senin (10/5).

Menurutnya, regulasi untuk membantu percepatan pengembangan bank-bank syariah harus lebih diperjelas untuk bisa mencapai kesesuaian antara jumlah umat Muslim di Indonesia dengan perkembangan perbankan syariah. Selain campur tangan pemerintah, Ersyam menilai, SDM yang kini berkecimpung di dunia perbankan syariah belum memahami secara mendalam apa yang diinginkan dan diperlukan perbankan syariah untuk maju.

”Kebanyakan SDM di bank-bank syariah adalah jebolan bank-bank konvensional yang pikiran dan hatinya masih terpengaruh dengan bank konvensional, bukan ilmu fikih maupun muamalah yang menjadi dasar perbankan syariah,” ungkapnya.

Meski demikian, Ersyam optimistis, pertumbuhan bank syariah bakal mengalami peningkatan tajam. Ini setelah pemerintah berencana mengeluarkan penghapusan pajak ganda pada akad jual beli dalam bank syariah. Dia berharap segera ada ketetapan hukum sehingga bisa mendorong masuknya investor asing di bisnis ini. ”Kami menyambut baik hal itu, kami yakin ini akan semakin membuka jalan bagi kemajuan Bank Syariah, termasuk pihak asing yang mau masuk Indonesia,” ujarnya.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...