Pemerintah dan BI Koordinasikan Inflasi

BIMenteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, menghadiri rapat koordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution, untuk membahas inflasi di Indonesia saat ini. “Hari ini terutama kita fokus pada pengendalian inflasi, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun yang dilakukan oleh Bank Indonesia,” ujar Darmin saat ditemui di Gedung BI, Jakarta pada Senin (21/03).

Darmin menegaskan, Pemerintah dan BI serius dalam pengendalian inflasi. “Termasuk yang dilakukan bersama-sama dalam rangka pengendalian inflasi daerah,” tegasnya. Menurutnya, Pemerintah dan BI tidak ingin inflasi yang tidak terkendali berpengaruh terhadap kebijakan moneter, yang kemudian berdampak pada pertumbuhan dan sasaran ekonomi Indonesia.

Menurut plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang P.S. Brodjonegoro, 23% inflasi disumbang oleh Ibu Kota Jakarta, dan 77% dari luar Jakarta. “Itu biasa, cuma distribusi inflasi saja. Untuk menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah harus punya concern,” ujar Bambang. Senada dengan Bambang, Darmin menyatakan, pemerintah pusat perlu meyakinkan agar pemda melihat bahwa inflasi juga merupakan gabungan dari inflasi tiap-tiap daerah di Indonesia. “Inflasi itu bukan sesuatu nasional seolah-olah daerah tidak ada urusannya,” tegas Darmin.

Darmin menggambarkan Indonesia saat ini, berada pada musim panen, dimana hujan tidak turun terus menerus. “Dengan demikian saya kira bulan-bulan terakhir ini sudah jelas sekali, harga cabai, baik cabai keriting, cabai rawit, sudah mulai turun harganya. Yang masih sedikit naik itu bawang,” urainya. Sehingga, lanjut Darmin, bulan Maret akan mengalami deflasi, dilihat dari rata-rata bulan selama beberapa tahun terakhir bernilai minus, yang berarti terjadi deflasi.

Kedepannya, perlu ada peninjauan kembali soal deflasi. “Nah, sekarang tinggal deflasinya lebih besar dari rata-ratanya atau tidak. Kalau deflasinya lebih besar dari apa yang terjadi tahun lalu, maka year on year (yoy) nya turun. Tetapi kalau dia deflasi, tapi deflasinya lebih kecil dari deflasi tahun lalu, maka yoy nya naik,” tutur Darmin. Dalam rapat tersebut, Pemerintah dan BI tidak mengambil keputusan, namun lebih kepada menentukan langkah-langkah yang perlu diambil. Misalnya memastikan dan memantau produksi. “kita menentukan langkah-langkah yang perlu diambil, kita tidak bicara mengenai berapa harga beras atau deflasi,” pungkasnya.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...