Pembiayaan Kurang Ekspansif Berkontribusi Terhadap NPF

Pembiayaan perbankan syariah yang tak terlalu ekspansif menjelang pertengahan tahun menjadi salah satu faktor pemicu rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance/NPF) berada di level empat persen saat ini. Menurut Direktur Utama MC Consulting, Wahyu Dwi Agung, seiring dengan meningkatnya aset akan turut meningkatkan risiko perbankan syariah, termasuk NPF.

”Di satu sisi NPF perbankan syariah ini terjadi karena biasanya menjelang pertengahan tahun ekspansi kurang banyak, konsumsi ritel turun jadi usaha juga agak terimbas,” jelas Wahyu kepada Republika, Jumat (25/6).

Ia menambahkan, menjelang pertengahan tahun banyak nasabah menunda pembayaran karena mengalokasikan dananya untuk keperluan lain yang lebih penting, misalnya untuk kebutuhan sekolah anak. Konsumsi pun, lanjutnya, ikut menurun karena itu sektor perdagangan dan usaha ikut terimbas.

Di lain pihak, ujar Wahyu, NPF yang saat ini stagnan berada di level empat persen juga dapat disebabkan pengawasan internal perbankan yang kurang hati-hati. Oleh karena itu, lanjutnya, perbankan syariah setidaknya perlu memperhatikan pembiayaan ke sektor konsumsi untuk tidak tumpang tindih dan pembiayaan ke sektor yang berisiko tinggi, seperti pertambangan.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...