Pembiayaan Bermasalah BPRS Masih Tinggi

Rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance/NPF) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) masih tercatat cukup tinggi. Berdasar statistik Bank Indonesia per April 2010, BPRS memiliki NPF 7,19 persen.

Pada April BPRS memiliki total pembiayaan Rp 1,7 triliun. Dari jumlah itu pembiayaan non-lancar sebesar Rp 126,4 miliar, dengan rincian pembiayaan kurang lancar Rp 39 miliar, diragukan Rp 30,6 miliar, dan macet Rp 56,7 miliar.

Berdasarkan sektor ekonomi, pembiayaan non lancar BPRS sebagian besar berada di perdagangan, restoran dan hotel sebanyak Rp 49,7 miliar. Sisanya berada di jasa dunia usaha (Rp 14,3 miliar), pertanian, kehutanan dan sarana pertanian (Rp 5 miliar), perindustrian (Rp 3,3 miliar), konstruksi (Rp 5,9 miliar), pengangkutan (Rp 1,6 miliar), pertambangan (Rp 164 juta), listrik, gas dan air (Rp 64 juta), jasa sosial (Rp 1 miliar), dan sektor lainnya (Rp 45 miliar).

Sementara berdasar jenis penggunaan pembiayaan, modal kerja berkontribusi mayoritas sebesar 60,5 persen bagi pembiayaan non lancar BPRS atau berjumlah Rp 76,4 miliar. Di sisi investasi pembiayaan non lancar tercatat sebesar Rp 12,4 miliar (9,9 persen), dan konsumsi Rp 37,4 miliar (29,7 persen).

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...