Pemangku Kepentingan Perbankan Syariah Perlu Bersinergi

Industri perbankan syariah perlu perencanaan sistematis dan komprehensif agar dapat berkembang cepat dan mencapai pangsa pasar lima persen. Tak hanya pelaku industri, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) hendaknya dapat saling bersinergi agar industri nonribawi ini dapat tumbuh lebih pesat.

Ketua Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia, Mustafa Edwin Nasution, mengatakan pemerintah dan regulator perbankan harus bersinergi satu sama lain dalam mengembangkan industri perbankan syariah dari segala aspek, mulai dari pengembangan kualitas SDM, regulasi yang mendukung, serta sosialisasi.

”Pelaku dan regulator harus bisa bersinergi, jadi ada persiapan sistematis, karena sekarang market share perbankan syariah yang dibawah tiga persen rasanya tidak layak dengan mayoritas penduduk Indonesia yang muslim. Untuk itu perlu peran bersama-sama untuk meningkatkan industri perbankan syariah,” jelas Mustafa dalam Chat After Lunch FEUI di Jakarta, Selasa (27/4).

Ia menambahkan, modal perbankan syariah yang saat ini masih kecil dibanding perbankan konvensional hendaknya dapat lebih ditingkatkan. Salah satu hal yang dapat dilakukan, cetusnya, dengan penetapan penambahan modal secara bertahap. ”Sosialisasi dan struktur internal perbankan syariah juga harus ditingkatkan agar bisa menyerap dana masyarakat dan nasabah rasional juga tertarik,” jelasnya.

sumber : republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...