Pasar Perbankan Syariah Kuwait Alami Titik Jenuh

Perbankan Syariah Kuwait
Zona Ekonomi Islam–Gubernur Bank Sentral Kuwait, Sheikh Salem Abdul-Aziz al-Sabah, mengatakan pasar perbankan syariah di negara Teluk ini telah menghadapi titik jenuh. Saat ini terdapat lima bank syariah dan lima bank konvensional yang terdaftar beroperasi di Kuwait.

”Pasar Kuwait telah mencapai titik jenuh perbankan syariah pada tahap ini,” kata al-Sabah, tanpa penjelasan lebih lanjut. Salah satu bank syariah yang beroperasi di Kuwait adalah Al Rajhi Bank, bank syariah terbesar di Teluk.

Perbankan syariah menjadi sektor keuangan yang mengalami pertumbuhan pesat dan telah menarik perhatian dunia pascakrisis ekonomi global beberapa waktu lalu. Hal tersebut terjadi setelah investor mulai mencari investasi alternatif. Analis independen, Ali al-Nimesh, mengatakan permintaan akan perbankan syariah pada beberapa tahun mendatang akan mulai meningkat. ”Namun dalam jangka panjang, kita tidak bisa yakin pasar perbankan syariah sudah jenuh,” ujarnya.

Berdasar laporan Kuwait Finance House (KFH), industry layanan keuangan syariah di Kuwait telah tumbuh besar dan meluas dalam enam tahun terakhir. Hal tersebut karena didorong ekspansi aset perbankan syariah di Kuwait, yang meningkat 6,7 persen menjadi 14,3 miliar dinar pada semester pertama tahun ini. Pada akhir 2009 aset perbankan syariah Kuwait tercatat 13,4 miliar dinar.

KFH menjadi kontributor terbesar industri perbankan syariah Kuwait dengan 29,7 persen. Posisi tersebut diikuti oleh Boubyan Bank 2,9 persen dan Kuwait International Bank (2,8 persen). Aset perbankan syariah Kuwait tumbuh rata-rata 22 persen per tahun antara 2004-2009. Saat ini pangsa pasar perbankan syariah Kuwait tercatat 35,4 persen.

Layanan keuangan syariah di Kuwait pun menjadi kompetitor potensial bagi bank konvensional. Sejumlah bank konvensional pun mencoba memperoleh saham di bank syariah. Pada September 2009 Kuwait mengumumkan rencana pembentukan bank syariah baru bernama Warba Bank, dimana Kuwait Investment Authority akan memiliki 24 persen saham bank tersebut. Pada Desember 2009 bank sentral Kuwait memberi izin bagi Bank of Kuwait and the Middle East untuk konversi menjadi bank umum syariah.

Dalam laporannya KFH menyebutkan dalam beberapa waktu mendatang akan terdapat lima bank Kuwait yang memiliki total modal lebih dari 40 persen dari total modal seluruh sektor perbankan negara tersebut. Sektor perbankan syariah Kuwait yang didukung oleh profil keuangan yang kuat, kualitas aset bagus, dan keuntungan yang tinggi membuat pasar perbankan syariah negara dengan populasi 2,3 juta jiwa ini menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Teluk.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...