Pandangan Islam Tentang Kompetisi (Persaingan) Dalam Bisnis

Sebagaimana kita ketahui, dalam dunia bisnis seorang pebisnis (wira usaha) nampaknya tidak dapat terpisahkan dari aktivitas persaingan. Dengan kata lain aktivitas bersaing dalam bisnis antara pebisnis satu dengan pebisn is yang lain tidak dapat dihindarkan. Sebagai seorang pebisnis muslim, kita harus memahami kalau dalam ajaran Islam dianjurkan agar para umatnya untuk melakukan perlombaan dalam mencari kebaikan di segala hal, termasuk diantaranya dalam hal berbisnis. Oleh karena itu, walaupun sedang mengalami kondisi persaingan, pebisnis muslim bisa berusaha menghadapinya dan tanpa merugikan orang lain.
Oleh karenanya, dalam seluruh aktivitas manusia pada umumnya d an aktivitas ekonomi dalam khususnya diarahkan untuk mencapai keberhasilan dan kesejahteraan. Dengan berpegangan dengan keadilan yang berkarakter komprehensif perlu mendasarkan pada nilai-nilai moral Islam. Karena berangkat dari titik moral, maka akan berakhir pula pada tujuan moral. Adapun dalam kehidupan kita sehari-hari biasa kita dengar dalam peribahasa “ apa yang kita tanam, maka kita akan memetik hasilnya”.
Selain itu, dalam ajaran Islam juga terdapat aturan-aturan dan falsafah yang tegak di atas asas persaudaraan antar manusia dan menganggap mereka semua sebagai satu keluarga, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.: “Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (H.R. Ahmad dan Muslim). Dan dengan berpegang pada asas tersebut maka pebisnis muslim satu dengan pebisnis lainnya diharapkan dapat saling menghargai dan menghormati diantara mereka.
Adapun hal yang perlu dipikirkan adalah bagaimana persaingan bisnis itu dapat memberikan kontribusi yang baik bagi para pelakunya. Dengan berfikir tentang hal tersebut, maka diharapkan para pelakunya akan berusaha menciptakan persaingan yang sehat. Harapan ideal tersebut hanya dapat terwujud apabila ada komitmen bersama diantara pesaing terhadap konsep persaingan sebagai berikut; “ Persaingan itu tidak lagi diartikan sebagai usaha untuk mematikan pesaing lainnya, tetapi dilakukan untuk memberikan sesuatu yang terbaik dari usaha bisnisnya”. Dalam hal ini, prilaku pebisnis juga dapat dipengaruhi oleh cara pandang tentang paradigma persaingan, yaitu yang dapat kita lihat dari paradigma di bawah ini
Cara Baru Melihat Persaingan
Paradigma Lama

  • “Yang lain” adalah musuh saya
  • Nama permainan ini adalah kemenangan
  • Saya lebih baik daripada mereka
  • Saya terpisah dari yang lain.

Paradigma Baru

  • “Yang lain” adalah benchmark saya
  • Nama permainan ini adalah pengembangan terus menerus
  • Saya adalah sesuatu yang penting
  • Saya adalah bagian dari komonitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...