Pandangan DSN MUI tentang Rahn Emas

Pandangan DSN MUI tentang Rahn EmasDewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) menyampaikan pandanganya ke pada publik terkait Polemik soal rahn emas yang sering menjadi headline media massa akhir-akhir ini. Menurut DSN MUI rahn emas hendaknya dikembalikan pada khittahnya, yaitu seseorang melakukan gadai emas karena membutuhkan dana untuk keperluan penting atau mendesak, maka dilakukanlah rahn. Bukan seperti yang terjadi saat ini dimana orang ingin memiliki emas, tetapi melakukan rahn emas dengan cara yang tak benar.

Dikutip dari laman PKES Interaktif Hasanudin, Wakil Sekretaris DSN MUI mengatakan konsep investasi emas dan berkebun emas yang selama ini dilakukan oleh perbankan syariah adalah sebuah konsep diluar rahn sendiri, karena beda secara konsepnya. Jadi tak bisa instrumen tersebut masuk dalam rahn.

Beliau juga mengatakan bahwa DSN MUI akan segera membuat surat edarannya.

Terkait dengan bank syariah sudah terlanjur membuat produk investasi emas, kepemilikan emas atau berkebun emas, beliau meminta hendaknya dilakukan perijinan dulu dengan Bank Indonesia, sebagai pemangku kebijakan. Dengan demikian bank syariah akan mengetahui apakah produk yang dilakukannya selama ini termasuk rahn atau tidak. Dan sekaligus mengembalikan rahn emas pada khittahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...