Optimalkan Wakaf Melalui Sukuk

Potensi wakaf di Indonesia cukup besar. Sayangnya, pemanfaatan wakaf masih terbilang belum optimal. Untuk memaksimalkan potensi tersebut muncul usulan untuk mengembangkannya melalui sukuk.

Menurut pengamat ekonomi syariah, Muhammad Shodiq, jika aset wakaf dikembangkan menjadi underlying asset (aset jaminan) bagi penerbitan sukuk maka hal tersebut akan memiliki dampak berganda bagi keuangan syariah. ”Dari sana bisa menghasilkan dana yang bisa digunakan untuk investasi ke sektor mikro syariah,” cetusnya, di Jakarta, Rabu (2/6).

Shodiq menambahkan, di tengah krisis keuangan global beberapa waktu lalu, lembaga keuangan mikro syariah seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sangat menjanjikan karena memiliki return on equity (ROE) hingga 32 persen. ”Jika dana dari sukuk diinvestasikan di sana maka return-nya akan tinggi. Keuangan mikro juga berdampak besar untuk memberdayakan perekonomian masyarakat miskin,” jelasnya.

Dengan menggunakan wakaf sebagai jaminan, tambah dia, maka tenor sukuk pun bisa menjadi lebih panjang. Dalam hal ini, paparnya, Badan Wakaf Indonesia (BWI) dapat mengkoordinir untuk melakukan pengumpulan aset yang bisa dijadikan jaminan. Hal ini pun, ujar dia, akan menjadi inovasi dalam penerbitan sukuk di Indonesia.

sumber : republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...