OBLIGASI SYARIAH

Berkaitan dengan pengeluaran obligasi syariah korporasi yang mulai marak setelah tahun 2002 di Indonesia. Maka obligasi syariah yang ada di pasar modal telah terbentuk menjadi sekurang-kurangnya dua macam yaitu: tingkat pengembalian berubah-ubah dengan biasanya menggunakan akad mudharabah (bagi hasil / pendapatan) dan tingkat pengembalian tetap dengan biasanya menggunakan akad ijarah (sewa manfaat). Jika kata obligasi yangberarti hutang menjadi acuan, tentu syariah melarang jual beli obligasi. Tetapi DSN-MUI berdasarkan fatwa nomor 32 tentang obligasi syariah sebagai surat investasi khusus untuk obligasi syariah mudharabah di atur lebih rinci pada fatwa nomor 41.
Dalil-dalil yang mengharuskan adanya redefinisi obligasi syariah sebagai surat investasi adalah sebagai berikut :
Ø Daruqutni meriwayatkan dari ibnu umar, bahwa rausullah Muhammad SAW melarang penjualan hutang dengan hutang yang umlah pembayarannya berbeda pada waktu yang lain.
Ø Imam bukhari muslim meriwayatkan dari abu hurairah, bahwa rasulullah Muhammad SAW bersabda “menunda pembayaran bagi orang yang mampu adalah suatu kedzaliman. Dan jika salah seorang dari kamu diikutkan (dihawalahkan) kepada orang mampu / kaya terimalah hawalah itu.”

* Jenis Dan Peringkat Obligasi
a. berdasarkan penerbitan
o obligasi pemerintah pusat
o obligasi pemerintah daerah
o obligasi badan usaha milik negar
o obligasi perusahaan swasta
b. berdasarkan jaminan
§ unsecured bonds / debentures / obligasi tanpa jaminan.
§ Indenture / obligasi dengan jaminan.
§ Moitgage bond / obligasi yang dijamin dengan property.
§ Collaterat trust / obligasi yang di jamin dengan sekuritas.
§ Emuipment trust certificates / obligasi yang di jamin asset tertentu.
§ Collateral lizet mortage / obligasi yang di jamin pool of mortages / portofolio mortgage – gacked securities.
c. berdasarkan jenis kupon
· fixed rate
· floating rate
· mixed rate
d. berdasarkan peringkatnya
ü investment grade bonds
ü non-investment-grade bonds
e. berdasarkan kupon
v coupon bonds
v zero coupon bonds
f. berdasarkan call feature
freely callable bond
non-collable bond
deffered callable bond
g. berdasarkan konversi
a) convertible bond
b) non-convertible bond

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Loading Facebook Comments ...