NU Dituntut Kembangkan Prinsip Ekonomi Syariah

Hasil kongres pelaksanaan Muktamar ke-32 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Makassar diharapkan bisa melahirkan gagasan-gagasan yang dapat memperkenalkan prinsip ekonomi syariah kepada umat. Ketua DPD Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Sulawesi Selatan Rusman Saing saat ditemui di Makassar, Kamis, mengharapkan kongres NU di Makassar nantinya bisa memberikan pemahaman kepada ulama-ulama maupun juru dakwah agar memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip ekonomi Islam kepada masyarakat. “Besar harapan kami, NU bisa mengajak ulama untuk bisa mendakwahkan sistem pengembangan ekonomi Islam,” ungkapnya.

Posisi NU dianggap sangat strategis karena memiliki pengikut yang sangat besar, sehingga peranan NU untuk memberikan pemahaman ke masyarakat tentang prinsip-prinsip ekonomi syariah sangat dibutuhkan. “Masyarakat perlu memahami perjalanan “Rasulullah”, yang sejak dulu telah menjalankan prinsip-prinsip dagang seperti berbagi hasil hingga melakukan aksi jual beli,” ucapnya.

Dia mengaku, peranan ulama maupun juru dakwah selama ini masih kurang yang memberikan pemahaman ke masyarakat maupun umat tentang prinsip-prinsip pengelolaan keuangan secara syariah. Apalagi, lanjutnya, perbankan syariah selama ini belum berkembang signifikan karena masyarakat belum berpikir syariah. “Bagaimana bank syariah mau berkembang, kalau masyarakatnya belum syariah,” ucapnya.

Meski pun, koperasi-koperasi syariah dan BMT (baitul maal wattamwil) cukup berkembang di pulau Jawa, namun pengembangannya di daerah pedalaman khususnya kawasan timur Indonesia (KTI) masih sangat kecil. Dia mengharapkan, NU kedepan bisa menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat termasuk untuk menggerakkan ekonomi syariah. “Masjid-masjid perlu juga dikelola secara baik itu melalui koperasi-koperasi syariah maupun BMT,” ujarnya.

Selain dakwah pencerahan prinsip-prinsip ekonomi Islam, ungkapnya sebaiknya NU bisa menjadi pelaku pengelolaan keuangan syariah agar umat bisa memahami kejujuran dan keikhlasan penting dalam prinsip ekonomi Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...