Nasabah Bank Syariah Bertambah Pada Bulan Ramadhan

ekonomi islamKendati pertumbuhan syariah periode hingga Juni tahun 2011 jauh mengungguli pertumbuhan perbankan secara umum, namun itu tak mampu mengantarkannya meraih target market share syariah secara nasional yakni sebesar 5 persen. Padahal target tersebut sudah ditetapkan sejak beberapa tahun lalu. Hingga kini, terlihat masih belum terealisasi. Berdasarkan data yang dilansir Kantor Bank Indonesia (KBI) Balikpapan beberapa waktu lalu, market share perbankan syariah terhadap perbankan umum naik dari 4,36 persen pada tahun 2010 menjadi 4,54 persen.

Saat dikonfirmasi hal tersebut, Ketua Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Asbisindo) Kota, Noor Rachmad, memberi tanggapannya. “Itu karena belum banyak masyarakat yang memanfaatkan produk tabungan dan pembiayaan bank berbasis syariah,” ucapnya kepada harian ini, dalam sebuah kesempatan, kemarin. Belum lagi, menurut pandangannya, di saat perbankan syariah berniat menjangkau target saat ini juga pertumbuhan bank konvensional melaju. Meski begitu kata dia, perbankan syariah terus menunjukkan pergerakan yang positif.

Sebagai upayanya, tambah dia adalah dengan menciptakan berbagai variasi produk. Diantaranya menawarkan tabungan berhadiah, percepatan layanan ke masyarakat dan melengkapi dengan fitur layanan yang memudahkan nasabah seperti internet banking, bagi hasil yang kompetitif, memperluas jangkauan dengan menyebar banyak outlet termasuk di dalamnya membuka layanan syariah di masing-masing bank konvensional.

Itu juga yang bakal ditempuh pria terhadap bank syariah yang dipimpinnya. Yakni dengan pembukaan kantor layanan syariah (KLS) yang ditempatkan di BRI Jendral Sudirman. Dengan harapan nasabah bisa mendapat layanan BRI syariah di bank konvensional sekalipun. “Bank syariah yang lain juga sudah menempuh (metode ini) sedangkan kami baru akan memulainya,” serunya kemudian.

Adapun kinerja perbankan syariah meliputi nilai aset yang mencapai Rp 936,70 miliar atau tumbuh 37 persen secara tahunan. Sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 708,60 miliar atau tumbuh 26 persen secara tahunan. Total pembiayaan sendiri mencapai Rp 797,71 miliar. Jumlah itu meningkat 68 persen dari tahun 2010 lalu. Apabila tren pertumbuhan berlanjut diperkirakan market share sebesar 5 persen yang ditetapkan secara nasional, baru akan tercapai pada triwulai I tahun 2012 mendatang.

Ramadan, bisa jadi salah satu penyumbang pertumbuhan tersebut. Maklum, momentum tersebut membuat umat muslim terpanggil untuk melakukan hal-hal yang bernuansa islami. Seperti mendengarkan lagu-lagu religi hingga menabung di bank berbasis syariah. “Pengaruh yang paling menonjol bertambahnya jumlah penabung baru. Peningkatannya bisa sampai 20 persen dibanding hari biasa dan itu berlaku di seluruh bank syariah di Balikpapan,” terangnya lebih lanjut. Akan tetapi, berdasarkan volume tabungan tidak terlalu besar karena mayoritas nasabah tersebut berasal dari kalangan ritel.

Sumber : Metro Balikpapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...