MUI: Umat Islam Wajib Istiqomah Pilih Sistem dan Keuangan Syariah

MUI
Majelis Ulama Indonesia( MUI) menyatakan, umat Islam wajib memiliki sikap istiqomah untuk menjadikan sistem ekonomi dan keuangan syariah sebagai satu-satunya pilihan sistem ekonomi dan keuangan. Sikap itu dianggap penting di tengah dominasi kapitalisme yang mengakibatkan terpuruknya peran ekonomi umat Islam dan semakin terkurasnya sumberdaya alam masa kini.

Hal itu merupakan salah satu poin rekomendasi musyawarah nasional VIII MUI di bidang pemberdayaan ekonomi umat, yang dibacakan oleh Ketua bidang dakwah Amrullah Ahmad dalam penutupan munas, Rabu (28/7).

Menurut Amrulah, sistem ekonomi syariah menjamin terwujudnya masyarakat berkualitas khaira ummah. “Dan negara yang berkualitas thayyibatun warabbun ghafur,” katanya.

Selain itu, kata Amrullah, sistem ekonomi dan keuangan Islam telah membuktikan sebagai satu-satunya sistem ekonomi yang tak hanya mampu bertahan dalam krisis global, namun juga mampu mensejahterakan masyarakat secara berkeadilan. MUI, bersama komponen bangsa pun memandang perlunya menyusun model-model detail pengembangan dan pemberdayaan ekonomi umat.

Tak hanya mengingatkan masyarakat, MUI pun mendesak pemerintah agar konsisten menjalankan kebijakan pengelolaan sumber daya alam mengacu pada amanat UUD 1945 pasal 33. Pasalnya, MUI menganggap kebijakan ekonomi pemerintah cenderung kapitalistik dan eksploitatif sehingga merugikan umat dan bangsa.

MUI, ujar Amrullah, menolak segala bentuk praktik monopoli dalam dunia usaha. Selain itu, MUI pun mengingatkan pemerintah terkait perihal zakat. “Mengingat masih tingginya jumlah penduduk miskin dan meningkatnya anak terlantar akibat permasalahan sosial-ekonomi yang tak kunjung teratasi,” katanya.

Maka, Munas MUI pun mendorong DPR RI dan pemerintah agar mengambil langkah politis dan kebijakan nasional yang efektif untuk memperkuat peran zakat sebagai instrumen jaminan sosial bagi fakir miskin dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karenanya, MUI mendesak DPR dan pemerintah untuk segera menuntaskan pembahasan RUU Pengelolaan Zakat dengan substansi utama, yaitu penguatan kelembagaan yang terkoordinasi dalam suatu sistem zakat nasional.

MUI pun mengimbau BUMN dan pengusaha nasional untuk turut berperan serta menyukseskan gerakan sadar zakat dan wakaf. “Untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian bangsa, khususnya dalam bidang ekonomi,” katanya.

Zakat dan wakaf, tutup Amrullah, harus menjadi gerakan bersama umat Islam. ”Ini sebagai salah satu penguatan sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara,” tegasnya.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...