Modal Awal yang Dibutuhkan BMT untuk Pembiayaan Usaha Mikro

Usaha Mikro
Zona Ekonomi Islam–Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang tergabung dalam BMT Center membutuhkan dana setidaknya Rp 600 miliar untuk kebutuhan pembiayaan yang disalurkan ke usaha mikro. Hal tersebut pun dapat menjadi peluang bagi perbankan syariah untuk menjalin kemitraan dan menjalankan fungsi intermediasinya.

Chief Executive Officer Permodalan BMT Ventura, Saat Suharto, mengatakan saat ini pihaknya baru dapat memenuhi sekitar 10 persen dari kebutuhan anggota BMT Center. BMT Center menjadi salah satu pendiri Permodalan BMT, selain Dompet Dhuafa Republika dan 60 BMT di daerah. ”Kebutuhan dana BMT sekitar Rp 600 miliar, tapi kami baru mampu menyalurkan Rp 62 miliar sampai triwulan tiga 2010,” kata Saat, seusai peresmian kantor Permodalan BMT Ventura di Equity Tower, Selasa (5/10).

Dari jumlah pembiayaan Rp 62 miliar, sekitar 42 persen berasal dari kerja sama linkage program. Hingga akhir 2010 Permodalan BMT menargetkan pembiayaan Rp 84 miliar. Untuk memenuhi kebutuhan dana BMT, lanjut Saat, pihaknya pun membuka kerja sama dengan lembaga keuangan syariah lainnya. Saat mengungkapkan, kini pihaknya pun telah memperluas kerja sama dengan sejumlah bank syariah seperti Bank Syariah Mandiri (BSM), BTN Syariah, Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Permodalan BMT juga sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan BNI Syariah dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir. Saat menuturkan untuk mencapai target pembiayaan tahun ini, sejumlah bank syariah telah berkomitmen bekerja sama. ”Di sisa tahun ini sudah ada komitmen dari BTN Syariah Rp 20 miliar, BSM Rp 10 miliar, dan BMI Rp 5 miliar,” ujar Saat.

Untuk pembiayaan Permodalan BMT sebagian besar disalurkan ke sektor perdagangan dengan porsi 58 persen, sedangkan sisanya jasa 18 persen, dan sektor lainnya.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...