Mencegah Terjadinya Pemborosan Penggunaan Sumber Daya

Pencapaian dari semua yang disebutkan di atas, instrumen shari’ah didasarkan pada pencegahan terjadinya pemborosan sumber daya yang menyebabkan kebocoran pada sistem sosial ekonomi dan kemunculan kelangkaan. Kelangkaan kemudian merujuk pada alokasi sumber daya neo-klasik dan ini dikenalkan kembali sebagai marginalism dan postulat terkait metodologi individualisme sebagaimana ditemukan dalam mazhab klasik dan neo-klasik. Hanya dengan mengurangi pemborosan dalam perekonomian keanekaragaman dapat dilaksanakan dan dipelihara. Dengan demikian, diversifikasi biaya dan risiko dapat dicapai. Hasilnya adalah kemungkinan untuk mencapai komplementaritas di antara kemungkinan dalam ekonomi riil yang direpresetasikan melalui barang, jasa, agen dan variable-variabel dan berbagai hubungan mereka.
 
Menghindari pemborosan diperluas dari sisi permintaan ke sisi penawaran (sisi produksi). Pada sisi permintaan promosi dinamis kebutuhan dasar hidup manusia akan memerlukan keseimbangan ekologi yang akan dipertahankan. Hal ini akan menjaga stabilitas harga pada ekonomi Islam dan memberikan banyak keberkahan (rizki) bagi kehidupan. Prasyarat demikian menyebabkan sifat alamiah tingkat keuntungan normal. Pada sisi produksi sebagai respon terhadap proses interaktif pengetahuan dapat berbagi antara konsumen dan produsen yang akan menghasilkan jenis kebutuhan dasar dinamis sesuai dengan yang akan dihasilkan. Akibatnya, pilihan menu produksi berdasarkan komplementaritas antara penjual dan pembeli dan antara barang yang dihasilkan adalah sebuah konsep organisasional keanekaragaman hayati produksi. Hal tersebut adalah bagian penting kesinambungan yang berasal dari sisi produksi. Dengan demikian dalam perspektif sistem umum ekonomi Islam interaksi antara kedua belah pihak melalui tukar pengetahuan mengalir menjaga keseimbangan ekologi. Kesinambungan dalam konsep seperti ini berkaitan dengan penghindaran pemborosan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...