MA: Hakim Siap Sidangkan Sengketa Bisnis Syariah

Pemberian pelatihan terhadap hukum ekonomi Islam telah diberikan secara periodik. Hakim Agung Mahkamah Agung, Rifyal Ka’bah, mengatakan penataran pendidikan dan pelatihan bagi hakim pengadilan agama telah dilakukan secara rutin di tingkat pusat dan daerah.

”Penataran mengenai ekonomi Islam dilakukan setidaknya enam bulan sekali, jadi ada SDM yang bisa menyelesaikan sengketa bisnis syariah,” kata Rifyal usai seminar ‘Penguatan Peran Peradilan Agama dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis Syariah Guna Mendukung Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah di Auditorium Universitas Yarsi, Jakarta, Kamis (10/6).

Pemberian pelatihan ini didukung oleh nara sumber praktisi dan akademisi yang memahami hukum ekonomi Islam. Ia menambahkan, dalam memutuskan perkara hakim pun dapat menyelesaikannya dengan baik. Sengketa ekonomi syariah sendiri, lanjutnya, dapat diselesaikan baik melalui Basyarnas, pengadilan agama, maupun pengadilan negeri. Hal yang terpenting, tegasnya, adalah penyelesaian perkara sesuai dengan prinsip syariah.

Guru Besar Hukum Acara Perdata Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Eman Suparman, mengatakan seiring dengan ekonomi syariah yang saat ini mulai diminati, maka penyelesaian sengketa ekonomi syariah pun harus terus dibenahi sehingga dapat menghasilkan putusan yang berkualitas. Dalam UU No 3 tahun 2006 peradilan agama memang mulai menyelesaikan sengketa ekonomi syariah.

Eman mengakui saat ini para hakim masih berada dalam masa transisi dalam memahami secara mendalam mengenai hukum ekonomi Islam. ”Namun saya optimis kalau pengetahuan dan pendidikan terus dilakukan secara konsisten dalam 10 tahun, maka para hakim pengadilan agama mampu memiliki kemampuan yang memadai dan ini juga perlu komitmen kuat dari Mahkamah Agung untuk memberikan pengetahuan tersebut,” jelasnya.

sumber :republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...