Statistik

Logika, Emosi, Statistik dan Delusi

akuntansi5 300x181 Logika, Emosi, Statistik dan Delusi

Statistik

Berita pesawat korea Asiana, yang mengalami kecelakaan di airport San Francisco saat mendarat, tersebar di mana mana, dari CNN sampai Jawapos, dan menakutkan kita. Padahal yang meninggal cuma dua, tapi ketakutan untuk terbang yang disebarkannya sangat luar biasa.

Di bandara anda lihat asuransi jiwa ketika mau naik pesawat terbang, dan banyak yang beli asuransi ini. Padahal menurut data statistik, resiko mati karena kecelakaan mobil ketika anda naik mobil dari rumah ke bandara jauh lebih besar daripada naik pesawat terbangnya.

Kenapa tidak beli asuransi jiwa untuk naik taxi dari rumah ke bandara, tetapi beli asuransi naik pesawat terbang Jakarta Surabaya? Karena otak kita lebih banyak memakai emosi dan intuisi daripada rasional nya. Resiko kecil terasa besar, tanpa kita sadar.

Orang2 statistik akan mentertawakan orang yang beli loterei di Amerika, dianggap orang yang super tolol dan sama dengan membuang uang di selokan. Karena kemungkinan dapatnya super super kecil hampir tanpa kemungkinan. Toh banyak yang beli dan berharap.

Arthur Benjamin, profesor Matematika, memberikan masukan bahwa seharunya kita hilangkan kalkulus dan gantikan dengan statistik. Kalkulus penting, hanya untuk beberapa bidang saja, statistik selalu dipakai orang setiap hari, dan harus dipahami dan diajarkan pada semua orang.

Tanpa sadar kita sering memilih sebuah peluang yang sebenarnya tidak prospektip, dan salah dalam memperkirakan banyak kesempatan dalam bisnis. Karena kita terlalu percaya pada intusisi, dan tidak menggunakan perhitungan yang lebih nyata, dan kita lupa pada statistik.

*Tanadi Santoso. Surabaya, 8 July 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Loading Facebook Comments ...