Lembaga Sertifikasi Koperasi Perlu Diperbanyak

KoperasiBanyaknya jumlah koperasi yang ada ternyata tak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang ada selama ini, banyak diantara manager atau pengelola koperasi tak memiliki standarisasi profesi. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu profesionalisme pengelolaan koperasi baik Koperasi Jasa Keuangan (KJK) atau Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS).

Wakil Direktur Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Sumarna F Abdurrahman, ketika ditemui oleh pkesinteraktif.com, di Jakarta, sangat mengkhawatirkan apalagi ditengah isu 2015 dimana sumber daya manusia (SDM) dari negara mana saja bisa masuk ke Indonesia asal memiliki sertifikasi profesi. Maka ia meminta agar lembaga sertifikasi profesi (LSP) untuk diperbanyak .

“Jika mereka tak melakukan itu bisa-bisa dalam pengembangan koperasi kita hanya sebagai penonton saja dan orang lain sebagai pelakuknya,”ujarnya.

Untuk mendorong pelaku-pelaku koperasi memiliki sertifikasi profesi, menurut Sumarna yang pernah menjadi Sekjen Dewan Koperasi Nasional (Dekopin), ada penekanan dari kebijakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), apalagi sertifikasi sangat penting untuk digunakan dalam standarisasi gaji dan peningkatan golongan.

Selain itu, dengan adanya sertifikasi tersebut memudahkan bagi koperasi-koperasi untuk memperoleh bantuan dalam akses dana bergulir atau perkuatan modal lainnya.

“Regulasi-regulasi tersebut harus segera dikerjakan,”terangnya.

Diakui oleh Sumarna, perkembangan koperasi kian hari kian berkembang persat apalagi saat ini ada Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) dengan nama BMT itu menambah daya dukung pemgembangan koperasi di Indonesia.

Sementara Arrison Hendri, Direktur Inkopsyah BMT, sangat mendukung kebijakan standarisasi profesi bagi pelaku KJKS dan ia melihat kebijakan itu sangat mendesak dan harus teralisasi. Ia tak mau melihat lambatnya sertifikasi profesi akan menambah banyaknya koperasi-koperasi yang mengalami mati suri.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...