Lembaga Keuangan Syariah di Teluk Bidik Pasar Asia Tenggara

Lembaga Keuangan Syariah
SINGAPURA–Al Salam Bank BSC berencana berinvestasi sebesar 500 juta dolar AS di Asia. Hal serupa juga direncanakan dilakukan oleh Al Rajhi Bank dan Asian Finance Bank untuk menangkap potensi di Asia.

CEO Al Salam Bank, Yousif Taqi A, akan menginvestasikan dana tersebut ke real estat, pertanian, dan sektor makanan dalam lima tahun ke depan dengan fokus ke Indonesia, Malaysia, dan Singapura. ”Asia merupakan lahan yang sangat subur bagi perbankan syariah karena disini adalah pusat pertumbuhan,” jelasnya sebagaimana dimuat Bloomberg, Selasa (10/8).

Ia menambahkan, investasi Al Salam yang ada saat ini di Asia mencapai 200 juta dolar AS dan di Eropa tidak lebih dari 100 juta dolar AS. Modal Al Salam Bank sendiri telah meningkat menjadi 2 miliar dolar AS pada 2009, tiga tahun sejak berdirinya bank yang berbasis di Bahrain tersebut. ”Ada banyak likuiditas dan bank komersial syariah tidak tahu di mana untuk menyebarkan uang tunai,” kata Taqi.

Ia memiliki dana 400 juta dolar AS yang siap untuk investasi, tapi saat ini belum ada peluang yang tepat. Sebelumnya sukuk Malaysia mengalami kelebihan permintaan. Al Salam Bank pun, lanjut Taqi, membuka diri membantu lembaga yang ingin menjual sukuk. Pada 27 Mei 2010, Malaysia menjual sukuk berdenominasi dolar sebesar 1 miliar dolar AS. Sukuk bertenor lima tahun itu menghimpun permintaan lima kali dari penawaran yang ada.

Sementara itu, Direktur AEP Investment Management Ltd, Jonathan King, mengatakan Al Rajhi juga sedang mencari tempat investasi sebanyak 200 juta dolar AS dalam sektor properti Asia. ”Kami juga melihat saham syariah di pasar modal non syariah dan di seluruh wilayah Asia-Pasifik,” ungkapnya.

Investor yang akan datang diantaranya adalah dari Singapura, Brunei, Timur Tengah, Arab Saudi dan Qatar. Unit usaha dari Qatar Islamic Bank, Asian Finance Bank pun tak mau kalah dengan membidik pasar Indonesia. ”Lembaga keuangan Timur Tengah sedang mencari peluang untuk membentuk bank syariah di Indonesia demi menangkap potensi pertumbuhan yang besar dengan mayoritas penduduknya adalah Muslim,” kata Azahari.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...