Lembaga Keuangan Syariah: Asuransi Syariah

Segala musibah dan bencana yang menimpa manusia merupakan qodho’ dan qodar Allah. Namun, kita wajib berikhtiar memperkecil resiko keuangan yang timbul. Upaya tersebut sering tidak memadai, karena yang harus ditanggung lebih besar dari yang diperkirakan.
Konsep asuransi syariah adalah suatu konsep diman terjadi saling memikul resiko diantara sesame peserta. Sehingga antara yang satu dengan yang lainnya menjadi penanggung atas resiko yang muncul. Saling pikul resiko ini dilakukan atas dasar saling menolong dalam kebaikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru’ / dana kebajikan (derma) yang ditujukan untuk menanngung resiko. Asuransi syariah dalam pengertian ini sesuai dengan Al-Qur’an surat al-maidah ayat 2. “tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
Asuransi syariah yang berdasarkan konsep tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, menjadika semua pesrta dalam suatu keluarga besar untuk saling melindungi dan menanggung resiko keuangan terjadi diantara mereka. Konsep takafuli yang merupakan dasar dari asuransi syariah, ditegakkan di atas tiga prinsip dasar, yaitu:
1. saling bertanggung jawab
2. saling bekerja sama dan saling membantu
3. saling melindungi.
System asuransi syariah adalah sikap taawun yang telah diataur dengan system yang sangat rapi, antara sejumlah besar manusia, semuanya telah siap mengantisipasi sesuatu peristiwa. Jika sebagian mereka mengalami peristiwa tersebut, maka semuanya saling menolong dalam menghadapi peristiwa itu dengan sedikit pemberian (derma) yang diberikan oleh setiap individu. Dengan pemberian (derma) tersebut, mereka dapat menutupi kerugian yang dialami oleh orang yang tertimpa peristiwa tersebut. Alangkah mulianya ta’awun seperti ini. Dengan demikian, asuransi syariah adalah ta’awun yang sangat terpuji, yaitu saling menolong dalam berbuat kebajikan dan takwa. Dengan ta’wun mereka saling membantu antara sesame, dan mereka takut dengan bahaya (malapetaka) peristiwa yang mengancam mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...