Layanan Priority Dalam Perspektif Syariah

Perspektif Syariah
Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan kondisi yang beraneka ragam: hitam, putih, kaya, miskin, dan sebagainya. Termasuk di dalamnya perbedaan ras dan suku. Setidaknya ada tiga tujuan utama dari diversifikasi manusia: (1) saling kenal; (2) ajang perlombaan dalam hal kebaikan; dan (3) ujian bagi sebagian atas sebagian yang lain

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” (QS al-Hujur?t/49: 13.) “Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” (QS al-M?idah/5: 48.) “Dan Dia menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan beberapa derajat sebagian kamu atas sebagian (yang lain), untuk mengujimu tentang apa yang telah diberikan-Nya kepadamu.” (QS al-An`?m/6: 165.)

Tidak ada korelasi antara perbedaan lahiriah yang terjadi di antara sesama manusia dan tinggi-rendah derajat seseorang di sisi Allah. Pada dasarnya, seluruh manusia itu sama dan sederajat. Kemuliaan seseorang di sisi-Nya tergantung dari ketakwaan yang bersemayam dalam kalbu, yang kemudian melahirkan amal saleh.

Nabi SAW bersabda,

????? ????? ??? ???????? ????? ?????????? ??????????????? ??????? ???????? ????? ???????????? ???????????????

Sungguh, Allah sama sekali tidak memandang fisik dan tidak pula harta kalian. Namun, Dia memandang hati dan perbuatan kalian.” (HR Muslim dalam Shah?h-nya IV/1986/2564 dan lain-lain.)

Allah SWT berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling takwa di antara kamu.” (QS al-Hujur?t/49: 13.)

Dengan demikian, selaras dengan ajaran agama di atas, pada prinsipnya setiap nasabah bank syariah berhak untuk diperlakukan secara equal treatment (kesetaraan perlakuan). Seluruh nasabah berhak mendapatkan layanan prima yang sejalan dengan arahan Quran: “Dan berbuat baiklah (kepada sesama) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS al-Qashshash/28: 77.)

Namun demikian, ini tidak berarti bahwa bank syariah tidak diperkenankan memberikan layanan ekstra terhadap nasabah yang memberikan kontribusi lebih, khususnya dalam bentuk penempatan dana yang signifikan dengan jumlah nominal tertentu. Nasabah yang demikian ini umumnya disebut sebagai Nasabah Priority. Adanya layanan ekstra (yang kemudian umumnya juga disebut dengan Layanan Priority) tidaklah bertentangan dengan prinsip keadilan yang diusung oleh syariah. Sebab, keadilan tidak selalu identik dengan kesamaan. Definisi adil adalah wadh` al-syai’ fi mahallih, menempatkan sesuatu sesuai dengan porsi dan posisinya.

Perbedaan sikap merupakan aksioma dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya, sikap kita kepada orang tua berbeda dengan sikap kita kepada anak; sikap kita kepada pasangan hidup berbeda dengan sikap kita kepada kawan; dan seterusnya. Perbedaan sikap dalam hal ini tentunya sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi, di mana hal tersebut tidak identik dengan ketidakadilan atau kezaliman.

Di samping itu, Islam menghargai seseorang berdasarkan tingkat kontribusinya. Kontribusi merupakan bagian dari amal, di mana amal merupakan faktor yang menentukan kedudukan seseorang, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Dalam perang Khaibar, saat membagikan hasil perang, Nabi SAW memberi tiga saham kepada pasukan berkuda dan satu saham kepada pasukan pejalan kaki. Dua dari tiga saham yang diberikan kepada pasukan berkuda tersebut dimaksudkan untuk pemeliharaan kuda, dan satu saham lagi untuk pemiliknya. (HR Ibn M?jah dalam Sunan-nya II/952/ 2854, Ibn Hibban dalam Shah?h-nya XI/142/4814, dan lain-lain dengan sanad yang valid.) Pemberian hasil perang secara lebih kepada pasukan berkuda dibandingkan pasukan pejalan kaki dikarenakan kontribusi pasukan berkuda dalam memenangkan pertempuran melebihi kontribusi pasukan pejalan kaki. Ini adil.

Demikian pula halnya dengan Nasabah Priority. Kontribusi mereka dalam pengembangan bank syariah tentu lebih tinggi dibandingkan nasabah deposan pada umumnya, yaitu dalam bentuk penempatan dana yang lebih besar. Dengan demikian, atas dasar kontribusi lebih tersebut, mereka sudah selayaknya mendapatkan benefit yang lebih dibandingkan nasabah deposan pada umumnya. WaLl?hu a`lam bish-shaw?b.

Sumber : Syariahmandiri.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...