Konversi Bank BUMN Percepat Pertumbuhan Perbankan Syariah

Perbankan SyariahJAKARTA–Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), A Riawan Amin, mengatakan langkah mengonversi salah satu bank BUMN menjadi bank syariah merupakan target yang cukup realistis untuk mendorong industri non ribawi ini. ”Indonesia memiliki potensi besar dengan sumber daya yang beragam. Pemerintah harus lebih serius untuk mendorong perbankan syariah Indonesia,” kata Riawan di Jakarta.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kebijakan konversi aset bank BUMN menjadi syariah. Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulya E Siregar, mengatakan BI telah menganjurkan sejumlah unit usaha syariah (UUS) untuk melakukan spin off menjadi bank umum syariah untuk dapat mendorong penetrasi pasar perbankan syariah Indonesia. ”Kami sudah menganjurkan UUS untuk segera spin off dan kami juga meminta pemiliknya berkomitmen mendukung permodalannya karena jika tidak didukung, spin off akan sia-sia saja,” katanya.

Menurut Mulya, perbankan syariah Indonesia masih memiliki prospek yang cukup baik. Pasalnya dalam survey yang dilakukan BI, 40 persen dari 5000 responden menyatakan perbankan syariah sesuai dengan kebutuhan nasabah. Namun, lanjutnya, hal yang menjadi masalah adalah tingkat pemahaman berada di kisaran 11 persen. ”Dari sana kita bisa melihat dari sisi permintaan masyarakat membutuhkan perbankan syariah, tapi ini juga perlu edukasi publik supaya masyarakat paham mengenai perbankan syariah,” jelasnya.

Mulya mengungkapkan, industri perbankan syariah Indonesia tumbuh signifikan dibanding perbankan syariah global. Pertumbuhan perbankan syariah Tanah Air mencapai 34 persen, sedangkan industri global 15-20 persen per tahun. Dengan populasi Muslim mayoritas di dunia, paparnya, Indonesia pun memiliki potensi besar keuangan syariah di Asia bahkan di seluruh dunia.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...